SuaraCianjur.id- Pernyataan yang dikeluarkan oleh Polri soal gas air mata bukan penyebab jatuhnya ratusan korban meninggal di Tragedi Kanjuruhan Malang, kembali disorot media internasional.
Pernyataan dari Polri kembali menjadi sorotan tajam dari media internasional yang dianggap seolah-olah menyalahkan para penonton di Stadion Kanjuruhan Malang.
Para suprter kala itu berhamburan ketika pihak kepolisian melepaskan gas air mata kea rah penonton. Sonatak saja mereka panik dan berhamburan karena efek gas air mata yang membuat mereka pedih.
Tak sedikit para korban gas air mata dalam Tragedi Kanjuruhan Malang mulai berangsur pulih.
Seperti yang diketahui, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bawasanya tidak ada riset ilmiah, yang membuktikan fatalitas dari gas air mata.
Bahkan dirinya mengklaim para suporter yang berebut dan berdesakan di pintu keluar Stadion Kanjuruhan adalah penyebab terjadinya insiden maut tersebut.
Tentu saja pernyataan dari Polri itu menjadi sorotan tajam bagi jurnalis media internasional.
Mengutip dari akun Twitter editor AFP Fact Check wilayah Asia, Yenni Kwok, tampak melampirkan pernyataan dari Asosiasi Paru-paru Amerika.
"Polisi Indonesia: Tidak ada ahli yang menyatakan paparan gas air mata dalam jumlah besar bisa mematikan. Padahal Asosiasi Paru-paru Amerika menyatakan hal sebaliknya," cuit @yennikwok, seperti dikutip di hari Selasa (11/10/2022).
Baca Juga: Penjual Dawet hingga Kericuhan di Tribun Jadi Hoaks Terparah dalam Tragedi Kanjuruhan
Dari unggahan yang di posting oleh Yenni Kwok dalam tangkapan layar, diambil dari laman lung.org, membahas soal dampak penggunaan gas air mata.
Menurut pakar kesehatan tersebut dinyatakan soal paparan dari gas air mata bisa membuat dada menjadi sesak, batuk hingga sensasi tercekik. Tak hanya itu seseorang bisa mengalami pedih, bersin dan kesulitan untuk bernafas.
"Selain itu korban juga bisa merasakan sensasi terbakar di mata, mulut, dan hidung; penglihatan buram hingga kesulitan menelan," begitulah kata Asosiasi Paru-paru Amerika.
Gejala yang timbul bisa saja lebih buruk, bahkan mematikan bagi orang-orang dengan komorbid ganggaun pernapasan, seperti asma atau penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK / COPD).
Perlu diketahui PPOK adalah penyakit paru-paru yang menghalangi aliran udara. Penderitanya akan mengalami kesulitan saat bernapas.
PPOK yang membuat paru-paru rusak sangat sulit untuk dipulihkan. Maka penderitanya kemungkinan akan memerlukan inhaler darurat maupun steroid inhalasi atau oral untuk mengendalikan gejala.
Tag
Berita Terkait
-
Bantahan SO Arema FC Soal Pintu Stadion Kanjuruhan Malang Tertutup, Seolah Dikunci dari Luar
-
Tongkat Komando Kapolda Jatim Beralih ke Irjen Teddy Minahasa, Irjen Nico Afinta Isi Posisi Sahlisosbud Kapolri
-
Kata Polri Gas Air Mata Kadaluarsa Tak Berbahaya Seperti Makanan, Kata TGIPF Tetap Aja Pelanggaran
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Imbas Kasus Amsal Sitepu, Kajari dan Kasi Pidsus Karo Diboyong Intel Kejagung ke Jakarta!
-
Pelanggan Sampai Disiram Air, Viralnya Burger Aldi Taher Bikin Warga Sekitar Terganggu?
-
IHSG Diprediksi Berkutat di Level 7000 di Tengah Sinyal Damai Perang Iran
-
Pemerintah Bakal Tiru Rusun di Jakbar untuk Program 3 Juta Rumah
-
Oppo Find X9 Ultra Siap Guncang Pasar pada April 2026: Bawa Layar 2K+ danZoom Periskop 10x
-
Dunia Tahan Napas, Iran Ancam Luncurkan "Kejutan Besar" untuk Hancurkan AS-Israel
-
Viral Curanmor di Bawah Flyover Pasar Tugu, Polisi Ringkus 2 Pelaku Asal Lampung Timur
-
Terancam Dipolisikan JK, Kubu Rismon Sianipar Berdalih Tudingan Dana Rp5 Miliar Hasil Olahan AI
-
Ulasan Novel Tukar Takdir, Membayar Harga untuk Hidup yang Bukan Milikmu
-
Krisis Berlapis! Internet Shutdown, Listrik Terancam Ikut Mati, Warga Iran Cemas