SuaraCianjur.id - 10 Oktober 2022, dijadikan sebagai hari kesehatan mental sedunia. Pada momentum ini, pemerintah harus meningkatkan akses kesehatan jiwa di Indonesia.
Hal itu diungkap Psikolog klinis lulusan Universitas Gadjah Mada, Zahrah Nabila, M.Psi,.
"Keseteraan akses kesehatan jiwa saat ini di Indonesia rasanya belum cukup imbang. Saat pakai kacamata di kota-kota besar, ya sudah meluas, siapapun bisa mengakses dari layanan umum masyarakat terdekat (puskesmas), rumah sakit, sampai lembaga swasta," kata Zahrah dikutip dari Antara, Senin (11/10/2021).
Saat ini, di kota-kota kecil yang ada di Indonesia, akses ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan layanan psikologi masih jauh dari pemukiman penduduk.
"Layanan psikologi di puskesmas juga belum merata sepenuhnya di provinsi Indonesia," ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, meskipun kini sudah terdapat layanan daring (online) yang mempermudah semua orang untuk mengakses layanan kesehatan mental di mana saja, masih ada sejumlah masalah yang jadi kendala untuk masyarakat kota kecil mengakses layanan kesehatan mental.
"Tapi lagi-lagi ada kendala bahwa tidak semuanya oke untuk mengakses sinyal dan smartphone yang memadai," kata wanita yang berpraktik di Amazing Point of Balance itu.
"Sisi lain, saat sudah ada layanan, bisa juga mengaksesnya, kadang ada kendala stigma atau rendahnya dukungan dari orang terdekat atau sekitar. Jadinya mereka mundur dulu untuk mengakses kesehatan mental yang ada," imbuhnya.
Ia berharap layanan kesehatan mental semakin meluas dan membumi di seluruh pelosok Indonesia.
"Dan semakin banyak juga orang-orang yang terbuka atas adanya opsi layanan kesehatan mental, untuk memulihkan keluhan-keluhan psikis, mental, beban emosional, atau stres berat yang terjadi; lalu pergi ke psikolog atau psikiater tidak melulu berarti memiliki masalah atau gangguan berat," kata dia.
Sumber : Suara.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?