/
Minggu, 16 Oktober 2022 | 14:15 WIB
Cuitan Tsamara Amany menyoroti pencabutan laporan KDRT oleh Lesti Kejora (Foto Istimewa / Tangkapan Layar Twitter)

SuaraCianjur.id – Heboh asumsi publik yang menyatakan Lesti Kejora nge-prank warga Indonesia akibat pencabutan Laporan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Rizky Billar, menuai reaksi dari sejumlah kalangan.

Tsamara Amany yang dikenal dengan seorang politikus perempuan turut angkat bicara soal pencabutan Laporan KDRT yang dilakukan Lesti Kejora.

Dengan tegas Tsamara Amany menyatakan ketidak-setujuannya dengan asumsi publik bahwa Lesti Kejora dinilai nge-prank. Pernyataan tersebut ia unggah dalm bentuk video di laman Instagram pribadinya @tsamaradki:

 “Gue nggak setuju dengan pendapat ini, karena memang kenyataanya korban KDRT susah lepas dari abusernya, dari relasi abusif. Bahkan ada riset yang menunjukkan bahwa butuh setidaknya 7 kali percobaan dari korban kekerasan atau KDRT apapun itu korban yang di-abuse untuk betul-betul bisa lepas dari relasi abusif,” kata Tsamara

Ia juga turut menjelaskan berbagai alasan yang dinyatakan korban ketika memilih mempertahankan rumah tangga padahal sudah jelas telah terjadi KDRT.

“Alasannya bisa macem-macem, bisa berharap suaminya/istrinya  siapapun pelaku tersebut, atau pacarnya itu berubah dengan misalnya upaya kasih sayang, upaya mencoba lagi memulai hubungan,atau memikirkan anak, atau juga menganggap bahwa dirinya itu tidak layak dicintai. Jadi kayak mulai kena mental juga gitu,” sambungnya.

Dalam unggahannya tersebut, Tsamara Amany menyampaikan bahwa publik tidak bisa serta merta menuduh Lesti Kejora nge-prank atau membuat drama rumah tangga.

“Nah karena itu kita nggak bisa dengan mudah nuduh Lesti nge-prank atau Lesti lagi buat drama rumah tangga dan lain-lain gitu. Emang sih kita kecewa dan itu wajar aja kita kecewa. Tapi kekecewaan kita tuh pada fakta bahwa Lesti belum bisa lepas dari relasi abusif. Bukan karena Lesti lagi mau buat drama,” imbuh Tsamara Amany.

Diakhir, dia mengeaskan bahwa apapun keputusan korban KDRT, kita harus menudukungnya bukan malah meghujatnya. Sikap hujatan yang dilayangkan kepada korban KDRT sama saja dengan mengabulkan keinginan pelaku.

Baca Juga: Kata Dokter Zaidul Akbar, Menyantap Makanan yang Masih Panas ternyata Berbahaya untuk Kesehatan

“Nah jadi kalau suatu saat Lesti melaporkan lagi bahwa dia menjadi korban KDRT atau dia speak up kita nggak seharusnya malah mensyukuri atau malah mengatakan bahwa itu kesalahan dia, karena itulah keinginan abuser, untuk kita mengisolasi korban.Siapapun itu Lesti, atau siapapun kita harus tetap dukung korban KDRT untuk berani,” tegas Tsamara Amany.

Load More