/
Selasa, 25 Oktober 2022 | 10:59 WIB
Brigjen Krishna Murti curhat soal hidupnya ketika tinggal di Amerika (Foto: Dok Pribadi Instagram)

SuaraCianjur.id- Masyarakat banyak yang mengidolakan sosok salah satu Jenderal Polri bernama Krishna Murti.

Perwira tinggi di Polri ini memang aktif dalam berselancar di jagat media sosial. Dirinya kerap memposting hal-hal yang positif, maka tak sedikit masyarakat memuji dirinya. Kendati menjadi seorang Jenderal namun hidupnya tak penuh dengan gengsi.

Terbaru dari postingan Krishna Murti ini memposting soal imbauan dari Kapolri yang menyinggung soal gaya hidup dari anggota Polri. Memang saat ini publik sedang menyoroti salah satu hal itu.

Melihat dari akun instagram @krishnamurti_bd9, seperti dilihat Selasa (25/10/2022), dirinya menuliskan sebuah keterangan soal pengalaman hidupnya ketika di Amerika.

Dirinya menyebut selama hidup di Amerika dirinya kerapa menggunakan angkutan umum seperti MRT dan Bus. Bahkan dirinya merasa malu menggunakan mobil dinas yang dibeli dengan uang rakyat.

"Dulu waktu saya lama kerja dan tinggal di Amerika ke mana-mana naik MRT dan bus. Sekarang jadi Polisi di Indonesia agak malu naik mobil dinas. Karena itu pakai uang rakyat. Apalagi kalau pakai nguing-nguing, rasanya saya seperti menampar muka saya di tengah pandangan publik yang masih banyak kesulitan.

Sejujurnya, kita itu tidak dilihat dari barang yang dipakai. Kita dilihat dari perilaku. Saya up videonya, biar netijen julid bisa ngejulidin bapak ibu yang masih begono begini, lama-lama kan malu sendiri mau gegayaan #kmupdates," tulis Krishna Murti.

Bahkan dirinya turut mengingatkan kepada semua masyarakat terutam pengikutnya dalam akun Instagram untuk memanggil dirinya dengan ‘Pak Krishna Murti’ saja.

Terutama jangan dulu memanggilnya Inspektur Jenderal Polisi, karena sampai sekarang dirinya masih Brigjen.

Baca Juga: Mike Amalia Jebak Tora Sudiro Saat Mau Ngamar

"Btw saya masih bintang satu belum naik pangkat jadi jangan panggil Pak Irjen. Panggil aja Pak KM," begitu kata Krishna Murti.

Netizen pun turut memberikan komentar dalam postingannya kali ini.

Lebih dari tiga ribu sudah bersarang di postingan Brigjen Krishna Murti, dengan berbagai macam tanggapan.

Curhatan Krishna Murti soal pengalamn hidupnya di Amerika (sumber: Foto Tangkapan Layar Akun Instagram)

“Sebetulnya mau naik Pajero, Land Cruiser, atau Alphard gak masalah pak. Asal jangan tat tet tot tat tet tot… Ganti suaranya yang lebih humanis, contoh “susu murni nasional, tet tetetet tetetete…” kata akun @one****.

“Banyak anggota Polri yang gaya hidupnya udah kaya pengusaha…tau2nya hasil dari judi online, narkoba mengerikan,” kata netizen lainnya @yor***.

“Pak KM saya tinggal di USA memang beda banget gaya hidup Polisi di USA dan Indonesia, mereka hidupnya yah biasa-biasa aja meskipun mereka juga orang berada di sini dan kalo mereka tugas juga gak pakai nggak nguing2 kemana-mana, kecuali kalo lagi emergency negjar orang atau ambulan dan pemadam kebakaran baru lewat pake nguing2,” kata akun wien****.

Patut diketahui, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo secara tegas mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk menyesuaikan penampilan dengan seadanya saja.

Kapolri mengatakan bahwa Presiden Jkowi pun sudah memberikan penjelasan secara gamblang dan mewanti-wanti soal ini.

"Saya tahu, mungkin keluarga rekan-rekan juga berangkat dari orang berada, tapi saat ini bukan waktunya untuk dipamer-pamerkan. Sehingga kemudian resiko-resiko terkait dengan hal-hal seperti ini, bisa dikurangi. Saya kira STR terkait dengan bagaimana gaya hidup yang sesuai dengan kepolisian, ya sudah laksanakan itu,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri meinta kepada seluruh jajarannya untuk dapat menyesuaikan dengan kondisi dan keadaan yang terjadi saat ini.

“Misalkan Bupatinya pakai Innova ya jangan kita pakai mobil lebih dari itu, samakan saja. Apalagi pada saat melaksanakan dinas, disesuaikan," jelas Kapolri.

"Kapolres seperti apa, Kapolda seperti apa, kapolsek seperti apa, sehingga kemudian kita tidak kelihatan mencolok karena berbeda. Dan itu dianggap menjadi hal-hal dianggap hedonis,” tambah Kapolri.

Meski sulit namun hal itu kata Kapolri harus dijalankan. Tak lupa Kapolri juga meinta kepada jajarannya untuk turut mengingatkan kepada keluarga, terkait hal ini.

“Karena memang apapun yang terjadi dengan keluarga kita sorotannya tetap ke Polri, sorotannya tetap ke institusi Polri," kata Listyo.

Load More