SuaraCianjur.id- Bibi dari almarhum Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat diselimuti rasa cemas dan khawatir dalam persidangan dugaan kasus pembunuhan berencana Brigadir J, yang diotaki oleh Ferdy Sambo.
Bibi Brigadir J bernama Roslin Emika Simanjuntak mengatakan, dirinya sedikit was-was dengan bayangan kekuasaan yang ada pada Ferdy Sambo.
"Rasa was-was itu memang ada ya. Bagaimana mereka masih mempunyai relasi kekuasaan, yang kami lihat,” kata Roslin dalam program ROSI di Youtube KOMPAS TV, seperti dilihat Jumat (4/11/2022).
Menurut Roslin ada perbedaan ketika pihak keluarga dari Brigadir J masuk ke dalam ruangan sidang saat agenda bagi terdakwa Bharada E dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
“Kami masuk ke persidangan saja ada perbedaan antara kesaksian dengan Bharada E, ssama Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi," ungkap Roslin.
Roslin mengatakan saat agenda sidang Bharada E, keluarga J yang hendak menjadi saksi masuk tanpa ada dilakukan pemeriksaan.
Berbeda dengan ketika agenda Ferdy Sambo dan istrinya, keluarga dilakukan pemeriksaan. Bahkan handphone pun tidak bleh dibawa.
"Setelah masuk ke persidangan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo itu diperiksa semua. HP HP tidak boleh dibawa ke ruang persidangan," ungkapnya lagi.
Namun ketika persidangan bagi terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf, Roslin mengatakan bisa membawa tas dan handphone ke dalam persidangan.
Dirinya menilai ada perbedaan yang cukup terlihat dalam sidang bagi terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Keluarga Brigadir J sudah menjadi saksi bagi terdakwa Bharada E pada hari Selasa (25/10) kemarin.
Lalu pihak dari keluarga Brigadir J kembali menjadi saksi bagi terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di hari Selasa (1/11). Pada sat itulah keluarga Brigadir J pertama kalinya bertatap muak di ruang persidangan, setelah kematian Yosua.
Keluarga Brigadir J kembali menjadi saksi bagi terdakwa Kuat Maruf dan Bripka Ricky Rizal di hari Rabu (2/11) kemarin. (*)
Sumber: Youtube ROSI Kompas TV
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Live Action Terbaru Junji Ito Mulai Tayang Juli, IVE dan 10CM Isi Lagu Tema
-
Bukan Hanya Diskon, Belanja saat Lapar Juga Bisa Membuat Kita Jadi Impulsif
-
Terpopuler: Mobil Bekas yang Aman Pakai Pertalite, Biaya Isi Pertamax Full Tank untuk Skutik Honda
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa