SuaraCianjur.id- Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Ferdy Sambo sempat menangis dan bersumpah kalau dirinya tidak turut membunuh Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Ferdy Sambo pernah menangis di hadapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Sambo mengaku tak membunuh Brigadir J, bahkan tak tanggung dirinya bersumpah atas nama tuhan dan instansinya.
Berkat air mata dan sumpahnya itulah yang membuat Kapolri Listyo merasa percaya dengan pengakuan dari suami Putri Candrawathi.
"Kapolri percaya omongan Sambo awalnya karena nangis-nangis itu," kata penasihat Kapolri Purnawirawan Prof. Hermawan Sulistyo, dikutip dari program Catatan Demokrasi yang diunggah di Youtube tvOneNews, dilihat Rabu (2/11/2022).
Melansir dari Suara.com, dalam berjalannya kasus kematian dari Brigadir J ini kemudian muncul isu yang beredar ada yang tidak sesuai dengan apa yang sudah diucapkan oleh Ferdy Sambo.
Bahkan menurut Hermawan kalau Kapolri sampai mengeluh tentang hal itu dan gemas dengan isu yang berkembang. Jenderal Listyo langsung turun untuk memeriksa semua terlapor termasuk Ferdy Sambo.
Listyo mencoba menggali sendiri terkait dengan kasus tersebut. Hingga akhirnya diputuskan pasal yang berkaitan dengan kasus dugaan pembunuhan berencana. Bahkan menurut penasihat Kapolri itu, memang sejak awal Ferdy Sambo sudah berbohong.
"Dari awal memang tidak ada kejujuran, tangisan itu jelas skenario," kata dia.
Ari mata buaya Ferdy Sambo itu bukan hanya diperlihatkan kepada Kapolri, turut juga memberikan keyakinan kepada para ajudannya, terutama Bharada E.
Baca Juga: Momen Ketika Ibu Kandung Brigadir J Membentak Jenderal Hendra Kurniawan Sebelum Dipecat Polri
"Dia tahulah apa konsekuensinya karena dia Jenderal Polisi. Makanya ketika dia merancang obstruction of justice, dia yakin dengan kemampuannya bisa mengendalikan semua, itu yang Jadi problem. Jadi ini penyalahgunaan kewenangan, bukan kewenangannya besar," kata Hermawan.
Sementara itu menurut seorang pengacara kondang Hotman Paris, menilai kalau Ferdy Sambo membunuh Brigadir J karena hatinya yang tersakiti dan terguncang, akibat ada kabar soal dugaan dugaan pelecehan seksual ke istrinya yakni Putri Candrawathi oleh Brigadir J.
Hotman Paris mengatakan hal itu ketika dirinya melihat dari BAP dari kasus dugaan pembunuhan Brigadir J.
"Dalam BAP dia seorang Jenderal masa nangis di depan anak buahnya. Dan itu dibenarkan oleh dua terdakwa Eliezer dan Ricky," jelas Hotman.
Kini terdakwa yang terjerat dalam kasus dugaan pembunuhan berencana sedang menjalankan sidang dan menunggu nasib dari hasil perbuatan mereka. (*)
Sumber: Suara.com / TV One
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
5 Sepatu Lari Asics Terbaik untuk Daily Run, Bantalan Empuk dan Langkah Lebih Responsif
-
Rekor 14 Tahun Terancam Buyar, Mental Jadi Titik Lemah Vietnam Jelang Duel vs Timnas Indonesia
-
Bukan Sekadar Gedung Baru, Pramono Didesak Prioritaskan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
-
Amerika Ngamuk Lagi, Habis-habisan Gempur Fasilitas Militer Iran
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026
-
Pasar Ngijon Siap 'Digemparkan', Mulai dari Jathilan, Talkshow Menarik hingga Hiburan Gratis!
-
Sempat Minta Video Call Karena Takut Penipuan, Satpam Fiktor Harefa Tolak Tawaran Kerja Dedi Mulyadi
-
Korban Tewas Gempa Jepang Terus Bertambah, Ada Warga Negara Asing
-
Usia 25 Belum Menikah, Kenapa Perempuan Masih Sering Dianggap Terlambat?
-
Cetak Generasi Melek Finansial, BRI Region 16 Masifkan Tabungan SimPel untuk Pelajar