SuaraCianjur.id - Polisi menggaet empat ahli yakni mereka yang profesional dibidang Psikiatri dan Psikologi Forensik lalu mereka yang expert di bidang Patologi Anatomi, Forensik Medikolegal, Toksiologi, dan DNA, untuk membantu penyelidikan kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat.
Para ahli itu nantinya diminta untuk melakukan pendalaman terhadap profil masing-masing jasad. Salah satu ahli, yakni Alhi Psikologi Forensik merupakan seseorang yang ahli menguji sesesorang waras atau tidak.
"Ahli Psikiatri dan Psikologi Forensik juga akan melaksanakan pendalaman secara komprehensif terhadap profil empat jenazah yang di temukan di TKP (tempat kejadian perkara)," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi.
Hengki menyebut pihaknya akan kembali melukan kembali olah tempat kejadian (TKP), untuk kesekian kalinya.
Olah TKP lagi-lagi untuk menyisisir seluruh seisi rumah dimana ditemukannya empat jasad yang merupakan satu keluarga.
Penyisirian kembali TKP, akan dilakukan sore nanti, dengan melibatkan par ahli yang disebutkan tadi.
“Hari ini kita akan olah TKP lagi di Kalideres bersama para ahli juga nanti kita akan sisir semua. Sehingga kita percaya diri bahwa hasil penyelidikan, pemeriksaan terhadap jenazah maupun bukti materil, maupun dicocokan dengan keterangan saksi-saksi yang secara deduktif kita dapatkan itu bisa sempurna," kata Hengki.
Untuk diketahui, warga di Komplek Citra Garden, digegerkan denan ditemukannya empat orang tewas dalam satu rumah yang berada di Blok AC5/7, Kalideres, Jakarta Barat, pada 10 November 2022.
Jasad keempatnya ditemukan oleh Ketua RT, yang saat itu menemani petugas PLN untuk lakukan pemutusan listrik, di rumah tersebut.
Baca Juga: Kasus dengan Kartika Putri Selesai, Richard Lee Bebas dari Status Tersangka
Sesaat sebelum ditemukan, bau busuk tercium disekitaran rumah berlantai dua tersebut.
Ketua RT pun langsung melaporkan temuan empat jasad tersebut kepada pihak kepolisian. Polisi pun langsung medatangi lokasi rumah tersebut dan lakukan olah tempat kejadian serta mengevakuasi empat jasad tersebut.
Polisi mengatakan saat dilakukan pemeriksaan pada empat jasad tersebut, dugaan sementara keemaptnya tewas karena kekurangan nutrisi. Karena hasil otopsi menyebutkan kondisi lambung jenazah dalam keadaan mengempis.
Adapun keempat jasad tersebut masing-masing bernama Rudyanto Gunawan (71), Margaret (58), anaknya Dian (40) dan Budianto (59) adik Rudianto dan Margaret. (*)
Sumber : Suarajakarta.id
Artikel ini telah tayang di Suarajakarta.id, dengan judul : Boyong Sejumlah Ahli ke TKP Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Kombes Hengki: Kita Sisir Semua!
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspadai Potensi Banjir Rob
-
Bagaimana Struktur Baja Masjid Raya Baitul Khairaat Pasca Gempa?
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Polda Sultra Lacak Aliran Dana Umrah Ilegal PT TRG Rp7 Miliar
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Kata-kata Ajdin Hrustic Bawa Timnas Australia Cetak Sejarah Amankan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
BBPJN: Pembangunan Jembatan Barombong Bisa Menggunakan Diskresi Menteri PU