/
Rabu, 16 November 2022 | 13:30 WIB
Mengenal tentang ajaran Apokaliptik yang diduga sebagai penyebab kematian dari satu keluarha di Kalideres (suara.com/Yosea Arga Pramudita)

Sukabumi.suara.com - Kematian dari satu keluarga di Kalideres yang terdiri dari 4 orang tersebut masih menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat Indonesia. 

Sebab dalam kasus kematian satu keluarga di Kalideres ini tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, pencurian ataupun yang menjurus kepada pembunuhan. Tetapi, berdasarkan hasil forensik ditemukan jika di dalam lambung keempatnya tidak ditemukan adanya sisa-sisa makanan ataupun asupan nutrisi sejak lama. 

Banyak orang beranggapan bahwa keempatnya meninggal karena kelaparan. Tetapi apa yang sebabkan keempatnya kelaparan jika keluarga tersebut memiliki aset dengan taksiran lebih dari Rp 3 miliar tersebut. 

Ada anggapan jika satu keluarga tersebut masuk kedalam aliran sesat yang diharuskan untuk menyerahkan nyawanya secara sukarela. 

Istilah Apokaliptik disinggung sebagai penyebab kematian dari satu keluarga di Kalideres tersebut. Apokaliptik sendiri berasal dari kata Sastra Apokaliptik yang membahas mengenai tulisan tentang pernyataan dari tuhan, dan berkembang di masyarakat Yahudi pada tahun 250 SM hingga 100 M. 

Apokaliptik sendiri berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti 'Menyingkapkan' atau 'membukakan' yang merujuk pada sesuatu yang sebelumnya tersembunyi dan diungkapkan sekarang. 

Tetapi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disebutkan bahwa Apokaliptik merupakan apokalips dengan lingkup agama dengan mengandalkan rasionalisme sehingga menimbulkan sifat atau perilaku dari apokaliptik.

Singkatnya Apokaliptik sendiri merupakan ajaran yang berkaitan dengan kehancuran dunia pada akhir zaman dan akan segera terjadi. Nantinya akan ada hari kebangkitan dan hari penghakiman bagi seluruh umat manusia. 

Dalam apokaliptik diyakini jika kiamat atau kehancuran dunia merupakan ramalan. 

Baca Juga: Harusnya Bertabur Musisi Internasional, Konser GUDFEST 2022 Diundur Tahun Depan

Dalam sastra apokaliptik dapat ditemukan perbedaan mengenai dunia yang sekarang sedang kita jalani dengan dunia yang akan datang. Di dalamnya menceritakan tentang eskatologi, atau akhir dunia yang semakin memburuk hingga nantinya dunia akan hancur atau kiamat. Setelah dunia mengalami kiamat, akan muncul dunia baru yang serba indah. 

Berdasarkan dengan studi tentang Apokaliptik: Kumpulan Karangan Simposium Ikatan Sarjana Biblika, disebutkan saat dunia baru datang segala kejahatan dan kuasanya akan dimusnahkan oleh Allah, orang-orang yang telah mati akan dibangkitkan, dan akan ada penghakiman bagi semua orang. 

Dengan datangnya dunia baru, penganut apokaliptik percaya penderitaan dari orang-orang, serta kejahatan, dan kekuasaan yang dimiliki akan lenyap atau tidak akan bersisa dan zaman baru akan muncul kembali. 

Load More