SuaraCianjur.id - Sorang warga yang berniat melaorkan kasus ke Polsek Pinang, Banten, malah menjadi korban pemerkosaan oleh anak buah Fadil Imran.
Eks Kapolsek Pinang Iptu M Tapril, langsung dimutasi setalah RD (31) wanita 31 tahun mengaku diperkosan oleh oknum anggota kepolisian tersebut.
Kejadian yang menimpa wanita tersebut terjadi pada bulan Juli 2022. RD berniat melaporkan kasus penganiayaan ke Polsek Pinang. Oleh Tapril RD pun diminta untuk masuk ke ruangan kerjanya.
Didalam RD ditanyai banyak hal yang menyimpang dari niatannya melaporkan kasus penganiayaan.
“(Saya) ditanya usia, terus ditanya kamu menyusui enggak. (Dan ditanya) kamu bisa dibawa keluar enggak, “ kata RD kepada wartawan, di Polda Metro Jaya, kemarin.
Pertemuan RD dan Tapril pun berlanjut, setelah laporan pertamamnya usai, pada 17 Juli 2022, mereka kembali bertemu di Polsek Pinang.
RD kala itu kembali diminta untuk kembali masuk ke ruangan kerja Tapril hanya untuk dimintai nomor ponsel dan WhatsAppnya.
Keesokan harinya, Tapril pun mengajak RD untuk bertemu, namun kali inin tidak di Polsek. Tapril mengajak RD dengan maksud untuk membicarakan perkara yang dilaporkan RD. RD pun diajak makan oleh Tapril.
Namun dalam perjalanan, RD malah dibawa ke hotel. RD pun curiga dan menolak ikut masuk ke dalam hotel. Namun Tapril memaksanya. Tapril langsung membawa RD ke salah satu kamar hotel, lalu mengagahi RD.
Baca Juga: Begini Pengaturan Penerbangan di Bandara Ngurah Rai saat Kepala Negara G20 Pulang
Usai kejadian tersebut, RD pun diancam oleh Tapril. Ancaman bukan dari Tapril langsung, melainkan pria yang mengaku sebagai ajudan Tapril.
Iptu Tapril pun setelah kasus ini mencuat, langsung dipecat dari jabatannya sebagai Kapolsek Pinang dan dimutasi ke Yanma Polda Metro Jaya.(*)
Berita Terkait
-
Oknum Guru Pelaku Pelecehan Seksual di Bekasi Sudah Melarikan Diri, Disdik: Kita Kecolongan!
-
Bejat! Cerita Orang Tua Korban Pelecehan Seksual Oknum Guru di Bekasi: Anak Saya Trauma ke Sekolah!
-
Klaim Mulai Dapati Titik Terang Kasus Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Polisi Libatkan Ahli Forensik-Psikiatri
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Masuk Kerja Lagi Setelah Lebaran? Ini 7 Cara Melawan 'Magical' Biar Nggak Malas Gerak
-
Bank Sumsel Babel Ingatkan Bahaya Modus Penipuan Pasca Lebaran, Ini yang Harus Diwaspadai
-
Prancis vs Brasil: Panggung Pembuktian Kylian Mbappe Sebelum Piala Dunia 2026
-
Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?
-
Hindari Macet Tol Cipali Malam Ini, Pemudik Disarankan Keluar di Cirebon dan Lewat Pantura
-
Keluhan Pemudik Asal Bogor, Terjebak Macet Horor di Tol Cipali Malam Ini
-
'Mau Abang Culik?', Bocoran Chat Oknum Kader HMI yang Dikaitkan dengan Dugaan Pelecehan
-
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
-
Abdul Wahid Disidang, Publik Singgung Dinamika Politik Senggol SF Hariyanto
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak