Suara.com - PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA), emiten yang sebelumnya dikenal sebagai produsen pipa PVC dan lem kabarnya bertransformasi menjadi perusahaan di sektor minyak dan gas bumi (Migas).
Perubahan haluan strategis ini terjadi setelah kendali perusahaan berpindah ke tangan pemilik baru, Morris Capital Indonesia.
Sebagai langkah awal transisi, PIPA telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 Januari 2026.
Pertemuan tersebut mengesahkan perombakan total pada struktur kepemimpinan perusahaan untuk menyesuaikan dengan visi baru di industri energi.
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Imanuel Kevin Mayola dari posisi Direktur Utama. Jabatan tertinggi tersebut kini diamanatkan kepada Firrisky Ardi Nurtomo, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur di perusahaan tersebut.
Selain pergantian kursi kepemimpinan, PIPA kini tengah menggodok berbagai rencana aksi korporasi. Fokus utama manajemen baru adalah mencari instrumen pendanaan guna mendukung pembangunan infrastruktur logistik serta pabrik produksi (production plant) di sektor migas.
Sekadar pengingat, proses akuisisi oleh Morris Capital Indonesia dilakukan dalam dua tahap pada 6 dan 10 Oktober 2025.
Perusahaan investasi tersebut membeli saham PIPA dengan harga rata-rata pelaksanaan sebesar Rp10,60 per lembar saham.
Rekam Jejak dan Kontroversi Hukum: Dugaan "Goreng Saham"
Baca Juga: IHSG Tetap Loyo Meski PDB RI Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-IV 5,39%
Meski kini tengah berupaya memperbaiki citra melalui transformasi bisnis, PIPA masih membawa beban persoalan hukum yang cukup serius.
Nama emiten ini sempat mencuat setelah Bareskrim Polri melakukan penyelidikan terkait dugaan manipulasi harga saham saat proses penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Beberapa poin krusial dalam kasus hukum yang melibatkan PIPA antara lain:
- Dugaan Manipulasi IPO: Bareskrim Polri mengendus adanya praktik tidak wajar dalam perdagangan saham PIPA. Pihak otoritas menduga adanya upaya sistematis untuk mendongkrak harga saham secara semu agar terlihat atraktif di mata investor publik.
- Keterlibatan Pihak Sekuritas: Kasus ini turut menyeret PT Shinhan Sekuritas Indonesia yang bertindak sebagai penjamin emisi (underwriter) saat IPO berlangsung. Penyelidikan difokuskan pada peran sekuritas dalam menciptakan permintaan semu yang mengarah pada aktivitas "goreng saham".
- Status Penyelidikan: Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami bukti-bukti terkait pelanggaran hukum pasar modal untuk menentukan pihak-pihak yang paling bertanggung jawab atas pergerakan harga saham yang tidak wajar tersebut.
Sebelum bertransformasi, PIPA dikenal luas sebagai manufaktur bahan bangunan yang memproduksi pipa PVC, fitting, serta bahan perekat.
Langkah Morris Capital membawa PIPA ke sektor migas dinilai sebagai upaya diversifikasi ekstrem untuk meningkatkan nilai perusahaan di mata pasar.
Namun, keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada kemampuan manajemen baru dalam menyelesaikan persoalan hukum di masa lalu serta transparansi dalam rencana pendanaan aset logistik migas yang tengah dipersiapkan.
Berita Terkait
-
Saham HOTL Terancam Delisting, Manajemen Tegaskan Itikad Baik ke BEI
-
6 Fakta Skandal IPO REAL, Manipulasi Berbuntut Izin UOB Kay Hian Dibekukan
-
Saham BUMI Banting Harga Ekstrem, Lalu Diserok Investor Asing
-
IHSG Ditutup Tersungkur 2,08 Persen, 673 Saham Merosot
-
Tekanan Jual Masih Hantui IHSG di Sesi I, 702 Saham Kebakaran
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?
-
BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal
-
Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok
-
Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global
-
Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede
-
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
-
Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live
-
Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi