SuaraCainjur.id - Polisi sudah menangkap pelaku pembunuhan terhadap anggota Polri yang tengah melakukan pengamanan kegiatan KTT G20.
Bukan hanya satu orang, pelaku pembunuhan terdapat dua orang. Kedua pelaku belum menyetuh usia 17 tahun. Satu pelaku berumur berumur 15 tahun, satu lainnya berumur 16 tahun.
Keduanya ditangkap tak lama usai membunuh anggota Polri berinisial FNS.
Adapun kedua pelaku bekerjasama menghabisi korban dengan cara satu pelaku menendang korban sampai terjatuh. Saat korban terjatuh, pelaku lainnya menusuk leher korban dengan gunakan senjata tajam.
"Tusukan itu membuat korban mengalami luka berat di leher bagian kanan sehingaga korban menjadi kritis, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Wangaya Denpasar, namun nyawanya tidak tergolong," jelas Sukadi melansir Suara Denpasar, Jumat (18/11/2022).
Adapun motif pelaku menyerang korban, hanya secara spontanitas. Hal itu diketahui berdasarkan penuturan pihak kepolisian yang menangkap kedua pelaku.
Ceritanya, korban memesan seorang PSK, dengan menggunakan aplikasi MiChat.
Korban akhirnya bertemu dengan seorang PSK dari aplikasi tersebut. Namun entah apa yang terjadi, korban membatalkan untuk menggunakan jasa PSK tersebut.
Korban meminta uangnya dikembalikan setelah membatalkan untuk gunakan jasa PSK tersebut.
Baca Juga: Jalankan Aturan Anies, Pemkot Jakbar Benahi 60 RW Kumuh Pakai Anggaran Rp70 Miliar
Informasinya, korban membatalakan transaksi tersebut karena PSK yang datang tidak sesuai dengan yang ada dalam aplikasi MiChat.
PSK yang dibooking korban pun enggan berikan uang yang telah diberikan korban. PSK tersebut langsng berteriak.
Teriakannya terdengar oleh kedua pelaku. Mereka langsung menghampiri kamar korban.
Tanpa basa-basi para pelaku langsung menyerang korban. Tanpa ampun korban dihabisi secara bersamaan oleh kedua pelaku.
Kekinian, kedua pelaku masih dimintai keterangan untuk pengembangan penyidikan.
Diberitakan sebelumnya, beredar kabar seorang anggota polisi yang ikut dalam pengamanan KTT G20 di Bali, tewas mengenaskan saat tengah ngamar dengan seorang pekerja seks komersial.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Bayi di Kampar Diberi Nama Ali Khamenei, Langsung Didatangi Kedubes Iran
-
Cara Memilih Sunscreen Spray yang Tidak Merusak Makeup di 2026, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya
-
L'Oreal Brandstorm 2026: Anak Muda ITB Wakili Indonesia ke Paris Lewat Inovasi Parfum Pintar
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Awalnya Minta Uang untuk Judol, Berakhir Tragis: Anak di Lahat Habisi Ibu dengan Cara Keji
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Viral Toko Es Krim Pakai Daun Pisang Akibat Harga Plastik Melonjak, Hasilnya Lebih Estetik