SuaraCianjur.id - Polisi dalam hal ini Bareskrim Mabes Polri memburu seorang warga net yang melakukan penghinaan terhadap istri dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Iriana Jokowi.
Bahkan kasus tersebut pun sudah dalam penyelidikan oleh Bareskrim.
"Masih dalam proses penyelidikan. Identitas terduga pelaku sudah kami dapatkan," kata Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, seperti yang dilansir dari suara.com.
Perburuan ini dilakukan setelah tim Siber Polri dan jajaran Polda melakukan patroli siber.
"Agar tidak ada ruang bagi masyarakat untuk menyebarkan hal-hal yang negatif, serta bisa berimplikasi hukum terhadap pelanggar," tuturnya.
Pencarian terhadap warga net yang menghina istri Presiden itu pun dinyatakan telah didapati unsur pidananya.
Presiden sendiri belum memberikan pernyataan soal kasus ini. Namun begitu, Jokowi sendiri pernah berucap penurunan indeks kebebasan berpendapat yang turun karena disebabkan aparat hukum yang asal tangkap.
Pernyataan Jokowi itu disampaikan pada akhir tahun lalu, saat memberikan arahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah Tahun 2021 di Kabupaten Badung, Bali.
Kala itu Jokowi mengingatkan kepada pimpinan aparat hukum TNI dan Polri, karena terjadinya fenomena penurunan indeks kebebasan berpendapat.
"Hati-hati terhadap yang namanya indeks kebebasan berpendapat turun. Karena ini, persepsi lagi dilihat oleh masyarakat, sekali lagi ini persepsi, dikit-dikit ditangkap," tutur Jokowi.
Jokowi pun meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pendekatan persuasif dan dialogis, tidak main asal tangkap.
Bahkan ia menyebut jika sebagai kepala negara, ia sudah terbiasa difitnah dan dimaki-maki.
“Wong saya dihina, saya dimaki-maki, difitnah sudah biasa. Ada mural aja takut, ngapain? Ini hati-hati, ini kebebasan berpendapat," ucap Jokowi.
Jokowi juga berucap kala itu, kalau hanya mengkritik tidak perlu dilakukan pemeriksaan. Berbeda hal jika menyangkut dengan ketertiban.
"Kritik dipanggil, mengkritik dipanggil. kalau mengganggu ketertiban iya silahkan, tapi kalau enggak, jangan,” katanya.
“Karena kita sudah menyatakan ini negara demokrasi. Hormati kebebasan berpendapat dan serap aspirasinya, tapi ketegasan itu juga jangan hilang dari polri,” pungkasnya. (*)
Sumber : Suara.com
Berita Terkait
-
Budi Dalton Sudah Minta Maaf hingga Datangi Ulama usai Viral Miras Kepanjangan Minuman Rassullah, Wasekjen Persaudaraan Alumni 212 Tetap Lapor Polisi?
-
Waduh! Ibu Iriana Jokowi Dihina Lagi, Dibilang Mirip Tukang Jamu, Netizen Geram Ramai Colek Kapolri
-
Iriana Jokowi Dipuji Mirip Ainun Habibie Usai Dihina Kharisma Jati, 'Tak Ada Alasan untuk Tak Menghormatinya'
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek