SuaraCianjur.id- Korban gempa yang berada di RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur Jawa Barat terus berdatangan.
Banyaknya korban yang harus mendapatkan perawatan hingga meluber keluar halaman rumah sakit.
Melihat kondisi ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langsung terjun memantau dan mengambil keputusan untuk membantu para warga yang menjadi korban gempa Cianjur.
Ridwan Kamil yang datang dengan didampingi Bupati Cianjur, Herman Suherman tiba di RSUD Sayang Cianjur, dan berinteraksi dengan warga yang menjadi korban.
Kang Emil begitu sapaan akrabnya, langsung memutuskan untuk berkoordinasi dengan Pemkab Cianjur dalam menyiapkan kebutuhan logistik, yakni soal medis dan obat-obatan.
“Rumah sakit di seputaran Cianjur sudah saya koordinasikan tadi, tim Hasan Sadikin (RSHS) saya minta pasukan ambulans semuanya untuk diarahkan ke CIanjur,” ujar Ridwan Kamil di lokasi, Senin (21/11/2022).
Ridwan Kamil ingin semua warga yang menjadi korban turut diberikan penanganan medis dan merawat luka-luka, akibat tertimpa bangunan yang roboh.
Ridwan Kamil menyebut sejauh ini penangan korban dari tim medis masih dilakukan di luar ruangan. Gubernur meminta untuk tim dari RSHS supaya berjaga-jaga di RSUD Sayang untuk membantu menangani para korban, yang mendapatkan perawatan.
“Jaga-jaga di sini kalau tidak memungkinkan (situasi) jangan sampai ada warga yang tidak tertangani secara medis. Dan hal itu sudah kita koordinasikan,” terang Ridwan Kamil.
Baca Juga: Warga Cianjur Diminta Jauhi Kawasan Perbukitan, Antisipasi Terjadinya Gempa Susulan
Data yang disampaikan Bupati Cianjur, Herman Suherman, hingga Senin malam menyebut jumlah korban gempa Cianjur sebanyak 56 orang dan 700 lebih warga luka-luka.
Dari pantauan di lapangan, masih banyak korban yang mendapatkan perawatan medis. Bahkan hingga ke pelataran halaman. Tak sedikit warga yang berteriak karena kesakitan, akibat luka yang didapat.
Banyak warga yang mendapatkan luka di bagian kepala dan dijahit,akrena tertimpa bangunan dari atap yang roboh. Selain itu ada juga korban yang belum sadarkan diri selama lima jam.
Kebanyakan para korban mengalami luka dibagian kepala,wajah dan kaki. Bahkan ada juga yang mengalami sesak nafas. (*)
Kontributor : Tri Widiyantie
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan