- Menteri PPPA Arifah Fauzi menyatakan Indonesia menghadapi pola asuh keluarga yang rapuh akibat tingginya kesibukan orang tua.
- Rendahnya komunikasi dalam keluarga terjadi antara pasangan suami-istri maupun komunikasi orang tua dan anak.
- Kekuatan keluarga harus diperkuat karena menjadi pondasi penting bagi kemajuan sebuah negara.
Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengatakan saat ini Indonesia sedang mengalami pola asuh yang rapuh dalam keluarga.
Tingkat kesibukan yang sangat tinggi membuat para orang tua kadang tidak memiliki waktu untuk mengobrol, baik dengan pasangan mereka maupun antara orang tua dan anak.
“Saat ini kita sedang mengalami pola asuh dalam keluarga yang rapuh,” kata Arifah usai Peluncuran Buku dalam peringatan Satu Abad Hari Lahir Ibu Rahmi Hatta, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2026).
“Jadi keluarga-keluarga sekarang untuk komunikasi saja sudah sulit antara suami-istri, orang tua dengan anak,” imbuhnya.
Saat ini, kata Arifah, dibutuhkan kekuatan keluarga dalam pola asuh terhadap anak. Sebab, kekuatan keluarga menjadi pondasi sebuah negara.
“Ini yang harus diperkuat sehingga kekuatan keluarga ini menjadi pondasi sebuah negara,” terangnya.
Ia meminta agar para ibu saat ini mulai melakukan komunikasi dengan keluarga. Kemudian, perlu juga melakukan introspeksi diri terkait apakah komunikasi yang dilakukan sudah cukup baik.
“Untuk ibu-ibu saat ini, ayo kita saling introspeksi apakah komunikasi kita di keluarga sudah bagus, apakah pola asuh yang kita berikan sudah tepat untuk anak-anak kita,” tandasnya.
Baca Juga: Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Kekerasan Fisik pada YBR di Ngada, Dugaan Kekerasan Psikis Didalami
Berita Terkait
-
Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Kekerasan Fisik pada YBR di Ngada, Dugaan Kekerasan Psikis Didalami
-
Menteri PPPA Akui Kelalaian Negara, Kasus Siswa SD NTT Bukti Perlindungan Anak Belum Sempurna!
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Ada MBG Berbasis Komunitas di Purwakarta, Perempuan Diminta Jadi Pengelola Gizi Keluarga
-
Terpapar Radikalisme via Medsos, Dua Anak di Langkat Terlibat Kasus Terorisme
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
32 Ibu Hamil Lolos Skrining Latsarmil, Komnas Perempuan Bongkar Bobroknya Seleksi SPPI!
-
Kasus GMS di SMA Strada Bukti Kegagalan Sistemik Negara Lindungi Siswa Disabilitas
-
Sindir Prabowo Soal 'Kebocoran', JPPI: Program MBG Pelaku Utama Pencaplok Dana Guru!
-
Skandal Suap Hutan Kuansing Merembet ke Kemenhut, Peran Pusat Kini Mulai Didalami!
-
Dulu Disekap, Kini Dipolisikan! Karyawan Toko Padel Jaksel Diduga Curi 10 Raket
-
Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Sempat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan
-
TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI
-
Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya
-
Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak