News / Nasional
Senin, 16 Februari 2026 | 14:35 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi usai Peluncuran Buku dalam peringatan Satu Abad Hari Lahir Ibu Rahmi Hatta, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2026). (Suara.com/Faqih)
Baca 10 detik
  • Menteri PPPA Arifah Fauzi menyatakan Indonesia menghadapi pola asuh keluarga yang rapuh akibat tingginya kesibukan orang tua.
  • Rendahnya komunikasi dalam keluarga terjadi antara pasangan suami-istri maupun komunikasi orang tua dan anak.
  • Kekuatan keluarga harus diperkuat karena menjadi pondasi penting bagi kemajuan sebuah negara.

Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengatakan saat ini Indonesia sedang mengalami pola asuh yang rapuh dalam keluarga.

Tingkat kesibukan yang sangat tinggi membuat para orang tua kadang tidak memiliki waktu untuk mengobrol, baik dengan pasangan mereka maupun antara orang tua dan anak.

“Saat ini kita sedang mengalami pola asuh dalam keluarga yang rapuh,” kata Arifah usai Peluncuran Buku dalam peringatan Satu Abad Hari Lahir Ibu Rahmi Hatta, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2026).

“Jadi keluarga-keluarga sekarang untuk komunikasi saja sudah sulit antara suami-istri, orang tua dengan anak,” imbuhnya.

Saat ini, kata Arifah, dibutuhkan kekuatan keluarga dalam pola asuh terhadap anak. Sebab, kekuatan keluarga menjadi pondasi sebuah negara.

“Ini yang harus diperkuat sehingga kekuatan keluarga ini menjadi pondasi sebuah negara,” terangnya.

Ia meminta agar para ibu saat ini mulai melakukan komunikasi dengan keluarga. Kemudian, perlu juga melakukan introspeksi diri terkait apakah komunikasi yang dilakukan sudah cukup baik.

“Untuk ibu-ibu saat ini, ayo kita saling introspeksi apakah komunikasi kita di keluarga sudah bagus, apakah pola asuh yang kita berikan sudah tepat untuk anak-anak kita,” tandasnya.

Baca Juga: Menteri PPPA Pastikan Tak Ada Kekerasan Fisik pada YBR di Ngada, Dugaan Kekerasan Psikis Didalami

Load More