SuaraCianjur.id - Pihak BPBD Cianjur dan Tagana Cianjur memberikan call center atau pusat penerangan, bagi masyarakat yang ingin mencari korban gempa bumi di Kabupten Cianjur.
Call Center tersebut difungsikan untuk melakukan pencarian oleh keluarga atau kerabat terdekat, terhadap korban gempa bumi.
Adapun kontak call center yakni dengan menghubungi pihak TAGANA KAB. CIANJUR melalui nomor 0856-2471-7772.
Atau bisa juga menghubungi pihak BPBD KAB. CIANJUR melalui nomor 0812-9525-0593.
Dani Ketua Tagana Cianjur menuturkan pihaknya dapat membantu berkordinasi untuk membantu kordinasi untuk pencarian korban.
“Kami juga membantu untuk mereka yang mau memberikan donasi bantuan kebutuhan para pengungsi gempa bumi,” kata Kang Deni Darohmat, Ketua Tagana Kabupaten Cianjur, saat dihubungi, Selasa (22/11/2022).
Seperti diketahui, gempa bumi dengan kekuatan 5,6 SR Magnitudo, terjadi di Jawa Barat. Akibat gempat tersebut, terjadi kerusakan di sembilan daerah di Jawa Barat.
Di Kabupaten Cianjur paling besar mengalami kerusakan akibat Gempa. Data terbaru dari BPBD Jabar disebutkan jika di Kabupaten Cianjur, ada 2873 bangunan yang terdiri dari rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, perkantoran, rumah ibadah, beberapa toko, jembatan dan akses jalan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.
Jumlah pengungsi sendiri, untuk di Kabupaten Cianjur terdapat 5646 jiwa yang tengah mengungsi dengan titik pengungsian di Kantor BPBD, RSUD dan Taman Kota Cianjur. Korban yang meninggal dunia mencapai ratusan orang dengan (Data masih terus bertambah).
Baca Juga: Banyak Ruginya Nonton Piala Dunia 2022 di Yalla Shoot, Ini Alasannya
Menurut Kang Emil, sapaan lain Gubernur Jabar, jumlah korban kemungkinan dapat bertambah.
Hal itu dikarenakan proses evakuasi yang belum menyeluruh. Kata Kang Emil, ada kabar yang masih didalami soal adanya ada lima mobil uang tertimbun longsor .
Namun tidak dijelaskan dimana lokasinya. Sampai saat ini masih dilakukan pendataan secara menyeluruh.
"Di beberapa titik lokasi karena cuaca, gelap, lampu mati, akses terputus diduga masih ada warga-warga yang hilang terperangkap oleh longsor sehingga kami menduga kelihatannya jumlah korban akan terus bertambah dalam hitungan waktu pada saat nanti kita melakukan tindakan evakuasi," lanjut Ridwan Kamil. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Film Witch on the Holy Night Ungkap Visual Karakter dan Pengisi Suara Utama
-
Pihak-pihak Ini Senang Dengar Rupiah Melemah
-
Anime Prekuel Gundam SEED FREEDOM ZERO Resmi Diumumkan Tayang di Bioskop
-
Modal Congkel Rolling Door, Pria di Lampung Tengah Gasak Ninja dan KLX Rp70 Juta dari Diler
-
Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi
-
Membaca Ketakutan The Economist terhadap Prabowo
-
4 Body Creme Viva Cosmetics dengan Aroma Enak dan Manfaat untuk Kulit
-
Nonton Bioskop Berdua di CGV Dapat Diskon, Pakai Promo BRI Ini!
-
Siapa Pembuat Film Pesta Babi? Ini Profil Dua Sutradara di Baliknya
-
Cari Keadilan, Rayen Pono Berencana Ajukan Sidang Perkara Khusus untuk Kasus Ahmad Dhani