- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyelesaikan aksi pembelian kembali saham senilai Rp949,99 miliar pada 13 Februari 2026.
- Selama periode aksi korporasi tersebut, perusahaan berhasil mengakumulasi total 1,163 miliar lembar saham dengan harga rata-rata Rp583,1.
- Setelah rampungnya buyback, saham DEWA ditutup menguat 9,73 persen, meskipun performa year-to-date masih mengalami koreksi.
Suara.com - PT Darma Henwa Tbk (DEWA), mengumumkan telah menyelesaikan seluruh rangkaian aksi pembelian kembali saham atau buyback.
Perusahaan tercatat menggelontorkan dana taktis sebesar Rp949,99 miliar, yang merealisasikan hampir 100 persen (99,999997%) dari pagu anggaran maksimal yang ditetapkan sebesar Rp950 miliar.
Penyelesaian aksi korporasi pada 13 Februari 2026 ini tercatat lebih cepat dari estimasi awal yang direncanakan selesai pada 19 Februari 2026.
Dengan penuntasan ini, sisa anggaran buyback perseroan kini hanya menyisakan dana sekitar Rp30.115.
Akumulasi 1,163 Miliar Lembar Saham
Sepanjang periode 10 Desember 2025 hingga 13 Februari 2026, Darma Henwa berhasil menyerap sebanyak 1,163 miliar lembar saham.
Secara keseluruhan, harga pembelian rata-rata dalam aksi buyback ini berada di level Rp583,1 per saham.
Proses akumulasi dilakukan melalui 10 tahapan transaksi strategis. Berikut adalah beberapa poin krusial dari perjalanan transaksi tersebut:
- Awal Aksi (10 Desember 2025): Perseroan memulai dengan menyerap 372,09 juta saham di harga Rp430 per lembar.
- Transaksi Terbesar (6 Januari 2026): Menyerok 418,6 juta lembar pada harga Rp645 per saham dengan total nilai Rp269,99 miliar.
- Penutupan Aksi (13 Februari 2026): Tahap final dilakukan dengan membeli 17,88 juta lembar di harga Rp615 per saham senilai Rp10,99 miliar.
Beberapa pembelian signifikan lainnya juga terjadi sepanjang Januari hingga Februari 2026 pada rentang harga Rp486 hingga Rp655 per eksemplar.
Baca Juga: IHSG Merana Imbas Ambil Cuan Para Investor di Jumat Pagi, 372 Saham Merah
Pasca rampungnya pengumuman buyback tersebut, saham DEWA menunjukkan respons positif pada perdagangan akhir pekan lalu. Harga saham ditutup menguat signifikan sebesar 55 poin atau naik 9,73 persen menuju level Rp620 per lembar.
Namun, jika menilik performa sejak awal tahun (year-to-date), saham emiten ini masih berada dalam zona merah.
Dibandingkan dengan posisi pada 2 Januari 2026 yang sempat menyentuh Rp750, harga saat ini masih mencatatkan koreksi sekitar 17 persen atau menyusut 130 poin.
Berita Terkait
-
Buyback Jadi Daya Tarik, Emas Tak Sekadar Aksesori tapi Instrumen Aman
-
Profil PT Hillcon Tbk (HILL), Harga Sahamnya Anjlok Parah Usai Gugatan PKPU
-
Saham BUMI Diborong Lagi, Target Harganya Bisa Tembus Level Rp500?
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
BEI Rombak Total Aturan Main Usai Tabir Gelap Saham RI Dibongkar MSCI
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?
-
Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga
-
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia
-
B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi
-
Danantara Belum Juga Rilis Laporan Keuangan 2025
-
Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi
-
Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi
-
Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?
-
Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce
-
PNM Borong GCG Awards 2026, Layani 23,3 Juta Perempuan Prasejahtera hingga Mei