/
Selasa, 22 November 2022 | 07:30 WIB
Beberapa rumah yang terjadi di wilayah Cugenang Kabupaten Cianjur tampak rumah roboh usai diguncang gempa bumi M 5,6. (Foto: Suara.com / DOK. Warga)

SuaraCianjur.id - Gempa bumi yang merusak di Kabupaten Cianjur, ternyata pernah terjadi pada tahun 2000.

Hal tersebut diungkap oleh Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, seperti yang dikutip dari suara.com

Daryono mengatakan, pada tahun 200 tepatnya di bulan juli tanggal 12, Kabupaten Cianjur pernah dihantam dengan gempa bumi yang kekuatannya cukup besar.

Kala itu gempa bumi di Kabupaten Cianjur, miliki kekuatan magnitud 5,1. RIbuan rumah rusak berat kala itu. 

Catat Daryono, sekitar 1.900 rumah rusak akibat guncangan gempa. Lalu gempa bumi tersebut berdampak 1.100 rumah mengalami rusak berat.

Tak hanya itu, gempa bumi di Cianjur juga pernah terjadi pad tahun-tahun sebelumnya jauh dari tahun 2000. 

Dari sejarah, gempa bumi besar yang juga memakan korban terjadi di pada tahun 1844, 1910, 1912, 1968, dan 1982 yang juga menyebabkan kerusakan.

Berdasarkan data, ada banyak sesar yang melintasi Kabupaten Cianjur, selain sesar Cimandiri. Diduga itulah yang memicu terjadinya gempa, yang salah satunya terjadi pada Senin 21 November 2022, kemarin. 

Setelah tahun 2000, gempa juga beberapa kali melanda Kabupaten Cianjur. Terakhir terjadi pada 14 November 2022 kemarin, dengan kekuatan magnitudo 4,1, 3,3, dan 2,6.

Baca Juga: Denise Chariesta Diduga Bongkar Alasan Keluarga Reino Barack Tidak Restui Luna Maya Karena Ini

Kondisi Terkini Cianjur Pasca Gempa Bumi, Korban Tewas Kini 56 Orang (sumber: suara.com)

"Disebut seismik aktif karena hasil monitor BMKG di daerah itu sering terjadi gempa dengan berbagai variasi dan kedalaman," seperti yang dilansir dari suara.com, pada Selasa (22/11/2022).

Kabupaten Cianjur pun kembali dihantam gempa bumi dengan kekuatan yang lebih bersar yakni gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo, kemarin ini. 

Berdasarkan dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, menyebutkan jika ada sembilan daerah yang terdampak gempa bumi berkekuatan 5,6 SR Magnitudo, pada kemarin ini. 

Diperbaharui pada pukul 03.00 WIB, Selasa (22/11/2022), BPBD Jabar merilis dampak gempa bumi yang terjadi kemarin. 

Sembilan daerah tersebut diantaranya Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Sukabumi, Kota Bogor, Kabupten Garut, dan Kota Bekasi. 

Adapun kondisi daerah yang paling para mengalami kerusakan yakni daerah Kabupaten Cianjur, dengan total 2873 bangunan yang terdiri dari rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, perkantoran, rumah ibadah, beberapa toko, jembatan dan akses jalan mengalami kerusakan akbat gempa tersebut. 

Disusul daerah Kabupaten Sukabumi, dengan 442 bangunan yang mengalami kerusakan. Untuk di Kota Sukabumi, terdapat 19 rumah yang mengalami kerusakan. 

Kemudian daerah Kobupaten Bogor, 25 bangungn alami kerusakan, dan untuk di Kota Bogor ada dua unit rumah yang alami kerusakan. Untuk Kabupaten Bandung dan Bandung Barat masing-masing terdapat satu bangunan yang rusak. 

Jumlah pengungsi sendiri, untuk di Kabupaten Cianjur terdapat 5646 jiwa yang tengah mengungsi dengan titik pengungsian di Kantor BPBD, RSUD dan Taman Kota Cianjur. Korban yang meninggal dunia mencapai ratusan orang dengan (Data masih terus bertambah). 

Untuk di Kabupaten Sukabumi, terdapat 11 orang yang alami luka-luka dan tiga jiwa harus diungsikan.

Di Kabupaten Bogor, terdapat 13 jiwa yang harus diungsikan dengan dua diantaranya mengalami luka-luka. 

Korban paling sedikit terdapat di Kabupaten Bandung, dengan catatan satu orang mengalami luka-luka akibat gempa kemarin. (*)


Artikel ini telah tayang di suara.com, dengan judul : Cianjur Kawasan Rawan Gempa Permanen Karena Dilintasi Sesar Cimandiri dan Sederet Sesar Kecil

Load More