/
Sabtu, 26 November 2022 | 10:33 WIB
Akhirnya Terkuak Brigadir J Adalah Korban Kekerasan Seksual, Ini Buktinya

SuaraCianjur.id - Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, merupakan korban kekerasan seksual, bukan pelaku kekerasan seperti yang dituduhkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Hal tersebut dibuktikan dengan sifat Brigadir J dari para saksi dalam persidangan pembunuhan Brigadir J. 

Beberapa saksi dalam persidangan Brigadir J menyebutkan jika ajudan Ferdy Sambo itu miliki sifat tempramental, suka dugem dan berpribadian ganda.

Sifat Brigadir J tersebut, sebanarnya mencerminkan orang yang mengalami kekerasan seksual.

“Karena keterangan sekian banyak saksi saya ulangi, pemarah, tempramental, suka dugem, pencadu seks apa lagi berkepribadian disosiatif (orang menyebut sebagai berkepribadian ganda), itu justru cerminan orang-orang yang pernah mengalami kejahatan seksual,” kata Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri, yang dilihat dari media sosial TikTok dari akun @dioysius, pada Sabtu (26/11/2022).

Reza menuturkan, korban kejahatan seksual sebenarnya tidak mampu untuk mencari pertolongan. 

Terlebih Brigadir J merupakan seorang laki-laki, yang dianggap sebagai jenis kelamin yang kuat.

“Semakin sulit bagi laki-laki yang menjadi korban untuk berkata-kata  untuk mencari pertolongan. Tapi betapaun mulutnya bungkam, tapi penderitaan dan kesakitan yang dialami oleh korban kejahatan seksual itu dari hari ke hari semakin nyata, semakin kasat mata,” katanya.

“Maka pantas bagi kita untuk juga berspekulasi bahwa keterangan saksi ditambah dengan  penilaian penasehat hukum justru mempertegas kekhawatiran saya bahwa mendiang Brigadir Yoshua adalah seorang korban kejahatan seksual,” tambah dia.

Baca Juga: Pinkan Mambo Sebut Maia Estianty Kena Karma Setelah Ahmad Dhani Direbut Mulan Jameela

Reza menuturkan di bulan Juli 2022 ia sempat katakan tidak  yakin ada kontak seksual apalagi kekerasan seksual baik itu di Duren Tiga ataupun di Magelang. 

Namun setelah muncul keterangan beberapa saksi yang menyebutkan sifat Brigadir J adalah seorang kepribadian ganda, tempramental, suka dugem, mengesankan Brigadir J sebagai pencadu seks.

“Nah sekarang bulan November, bulan Juli saya mengatakan ada kekerasan seksual dianggap harus ada kekerasan seksual, maka boleh jadi mendiang Brigadir Yoshua bukanlah pelaku, tapi adalah korbannya (pelecehan atau kekerasan seksual),” katanya. (*)

Load More