SuaraCianjur.id - Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, merupakan korban kekerasan seksual, bukan pelaku kekerasan seperti yang dituduhkan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
Hal tersebut dibuktikan dengan sifat Brigadir J dari para saksi dalam persidangan pembunuhan Brigadir J.
Beberapa saksi dalam persidangan Brigadir J menyebutkan jika ajudan Ferdy Sambo itu miliki sifat tempramental, suka dugem dan berpribadian ganda.
Sifat Brigadir J tersebut, sebanarnya mencerminkan orang yang mengalami kekerasan seksual.
“Karena keterangan sekian banyak saksi saya ulangi, pemarah, tempramental, suka dugem, pencadu seks apa lagi berkepribadian disosiatif (orang menyebut sebagai berkepribadian ganda), itu justru cerminan orang-orang yang pernah mengalami kejahatan seksual,” kata Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri, yang dilihat dari media sosial TikTok dari akun @dioysius, pada Sabtu (26/11/2022).
Reza menuturkan, korban kejahatan seksual sebenarnya tidak mampu untuk mencari pertolongan.
Terlebih Brigadir J merupakan seorang laki-laki, yang dianggap sebagai jenis kelamin yang kuat.
“Semakin sulit bagi laki-laki yang menjadi korban untuk berkata-kata untuk mencari pertolongan. Tapi betapaun mulutnya bungkam, tapi penderitaan dan kesakitan yang dialami oleh korban kejahatan seksual itu dari hari ke hari semakin nyata, semakin kasat mata,” katanya.
“Maka pantas bagi kita untuk juga berspekulasi bahwa keterangan saksi ditambah dengan penilaian penasehat hukum justru mempertegas kekhawatiran saya bahwa mendiang Brigadir Yoshua adalah seorang korban kejahatan seksual,” tambah dia.
Baca Juga: Pinkan Mambo Sebut Maia Estianty Kena Karma Setelah Ahmad Dhani Direbut Mulan Jameela
Reza menuturkan di bulan Juli 2022 ia sempat katakan tidak yakin ada kontak seksual apalagi kekerasan seksual baik itu di Duren Tiga ataupun di Magelang.
Namun setelah muncul keterangan beberapa saksi yang menyebutkan sifat Brigadir J adalah seorang kepribadian ganda, tempramental, suka dugem, mengesankan Brigadir J sebagai pencadu seks.
“Nah sekarang bulan November, bulan Juli saya mengatakan ada kekerasan seksual dianggap harus ada kekerasan seksual, maka boleh jadi mendiang Brigadir Yoshua bukanlah pelaku, tapi adalah korbannya (pelecehan atau kekerasan seksual),” katanya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Harga Pertamax Naik Terus, Ini 7 Pilihan Mobil Bekas 7-Seater yang Irit dan 'Ramah' Pertalite
-
Sinopsis From, Serial Horor Misteri Debut dengan Skor 100 dari Rotten Tomatoes
-
Skuad Timnas Indonesia Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Coret Satu Pemain
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Apa Beda Cushion dan Foundation? Ini 7 Merk yang Cocok untuk Kulit Berminyak
-
Cek 7 Tanda Daycare yang Aman bagi Bayi Agar Tidak Menjadi Korban
-
Kondangan ke Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Prabowo dan Bahlil Kompak Komentar Soal Makanan
-
Foundation yang Bagus Merk Apa? Cek 7 Rekomendasi Terbaik Coverage Halus Seharian
-
Ubed Jadi Pahlawan, Indonesia Comeback Kalahkan Thailand 3-2 di Piala Thomas 2026