/
Sabtu, 26 November 2022 | 18:52 WIB
Puncak Gunung Gede. (Tangkap layar dari Instagram @bbtn_gn_gedepangrango)

SuaraCianjur.id - Gempa Cianjur, tidak menutup kemungkinan, membangunkan Gunung Gede dari tidur lelapnya, selama ini.

Untuk mengatisipasi hal tersebut, melalui akun resmi Instagramnya, untuk sementara waktu Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangarango, menutup jalur pendakian ke Gunung Gede. 

“Pendakian di TNGGP (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango) masih ditutup,” tulis admin di akun Instagram @bbtn_gn_gedepangrango, sperti yang dilihat pada Sabtu (26/11/2022).

“Penutupan pendakian ini sebagai antisipasi bahaya gempa bumi yang mungkin masih terjadi. Kemungkinan gempa bumi yang memicu aktivitas Gunung Gede akan terus dikoordinasikan dengan Pos Pengamatan Gunung Api Gede,” tulisnya lagi. 

Dalam postingannya dituliskan juga penutupan jalur pendakian ini telah dipublikasikan melalui Siaran Pers Nomor : SP. 1050/BBTNGGP/Tek.2/11/2022 tentang Kondisi Jalur Pendakian Cibodas dan Gunung Putri. 

Tepat tanggal 21 November 2022, pukul 13.21 WIB dan masih diikuti gempa susulan untuk Kabupaten Cianjur dan sekitarnya. Balai Besar TNGGP melakukan penutupan sementara Kegiatan Pendakian Gunung Gede. Serta melakukan pengecekan jalur pendakian Cibodas - Gunung Putri.

Tim pun lakukan pemasangan spanduk di beberapa jalur pendakian dan pos pendakian di Gunung Gede.

“Pemasangan spanduk ini bertujuan untuk memberikan himbauan kepada calon pendaki agar tidak melakukan pendakian dengan batas waktu yang belum ditentukan, karena antisipasi bahaya gempa bumi. Pemasangan spanduk dilakukan oleh personil pegawai BBTNGGP di Terminal Gunung Putri, Pos Baru Jalur Pendakian Gunung Putri, Kantor Pos Cipanas, Pintu Masuk Cibodas dan Simpang Paragajen Cimacan,” akhir tulisannya.

Untuk diketahui Gunung Gede, berada di wilayah tiga Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.

Baca Juga: Polandia vs Arab Saudi, Czeslaw Michniewicz Pastikan Robert Lewandowski Cs Siap Tempur

Dikutip dari website Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) www.gedepangrango.org, Gunung Gede meletus pertama kali pada tahun 1747-1748. Letusan yang terjadi sangat hebat.

Gunung Gede juga beberapa kali meletus kembali pada tahun 1761, 1780, dan 1832, namun tidak besar seperti pertama kali. 

Setelah tertidur selama 100 tahun, pada tanggal 12 November 1840 terjadi sebuah letusan yang besar dan sangat tiba-tiba disertai semburan api setinggi 50 m diatas kawah.

Sepanjang tahun mulai dari 1741 sampai dengan 1972, tercatat beberapa kali Gunung Gede menunjukan aktivitasnya. Terkecuali tahun 1888-1891.

Aktivitas Gunung Gede kembali terjadi pada tahun 1985. Peningkatan aktivitas terjadi lagi saat memasuki tahun 1997 dan tahun 2000. (*)

Load More