SuaraCianjur.id - Gempa Cianjur, tidak menutup kemungkinan, membangunkan Gunung Gede dari tidur lelapnya, selama ini.
Untuk mengatisipasi hal tersebut, melalui akun resmi Instagramnya, untuk sementara waktu Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangarango, menutup jalur pendakian ke Gunung Gede.
“Pendakian di TNGGP (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango) masih ditutup,” tulis admin di akun Instagram @bbtn_gn_gedepangrango, sperti yang dilihat pada Sabtu (26/11/2022).
“Penutupan pendakian ini sebagai antisipasi bahaya gempa bumi yang mungkin masih terjadi. Kemungkinan gempa bumi yang memicu aktivitas Gunung Gede akan terus dikoordinasikan dengan Pos Pengamatan Gunung Api Gede,” tulisnya lagi.
Dalam postingannya dituliskan juga penutupan jalur pendakian ini telah dipublikasikan melalui Siaran Pers Nomor : SP. 1050/BBTNGGP/Tek.2/11/2022 tentang Kondisi Jalur Pendakian Cibodas dan Gunung Putri.
Tepat tanggal 21 November 2022, pukul 13.21 WIB dan masih diikuti gempa susulan untuk Kabupaten Cianjur dan sekitarnya. Balai Besar TNGGP melakukan penutupan sementara Kegiatan Pendakian Gunung Gede. Serta melakukan pengecekan jalur pendakian Cibodas - Gunung Putri.
Tim pun lakukan pemasangan spanduk di beberapa jalur pendakian dan pos pendakian di Gunung Gede.
“Pemasangan spanduk ini bertujuan untuk memberikan himbauan kepada calon pendaki agar tidak melakukan pendakian dengan batas waktu yang belum ditentukan, karena antisipasi bahaya gempa bumi. Pemasangan spanduk dilakukan oleh personil pegawai BBTNGGP di Terminal Gunung Putri, Pos Baru Jalur Pendakian Gunung Putri, Kantor Pos Cipanas, Pintu Masuk Cibodas dan Simpang Paragajen Cimacan,” akhir tulisannya.
Untuk diketahui Gunung Gede, berada di wilayah tiga Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur.
Baca Juga: Polandia vs Arab Saudi, Czeslaw Michniewicz Pastikan Robert Lewandowski Cs Siap Tempur
Dikutip dari website Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) www.gedepangrango.org, Gunung Gede meletus pertama kali pada tahun 1747-1748. Letusan yang terjadi sangat hebat.
Gunung Gede juga beberapa kali meletus kembali pada tahun 1761, 1780, dan 1832, namun tidak besar seperti pertama kali.
Setelah tertidur selama 100 tahun, pada tanggal 12 November 1840 terjadi sebuah letusan yang besar dan sangat tiba-tiba disertai semburan api setinggi 50 m diatas kawah.
Sepanjang tahun mulai dari 1741 sampai dengan 1972, tercatat beberapa kali Gunung Gede menunjukan aktivitasnya. Terkecuali tahun 1888-1891.
Aktivitas Gunung Gede kembali terjadi pada tahun 1985. Peningkatan aktivitas terjadi lagi saat memasuki tahun 1997 dan tahun 2000. (*)
Berita Terkait
-
Cerita Gempa Cianjur : Terlalu Banyak Sumbangan Baju Wanita, Para Pria Ini Pakai Baju Perempuan di Posko Pengungsian
-
Gempa Bumi Sebabkan Blok Tahanan di Lapas Cianjur Banyak Rusak, Warga Binaan Sementara Tidur Lapangan dengan Penjagaan Dibantu Raider
-
Kabar Bahagia dari Cianjur, Seorang Ibu Baru Melahirkan di Posko Pengungsian
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Waktu Sahur Sampai Jam Berapa? Ini Batas Akhirnya Menurut Ulama
-
Ogah Budaya Nonton di Bioskop Punah, James Cameron Jegal Netflix Caplok Warner Bros
-
Siapa Fikri Yanda? Getol Bela Dwi Sasetyaningtyas di Polemik Hina Status WNI
-
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh Hari Ini 24 Februari 2026, Panduan Akurat dari Kemenag RI
-
Hanya Mengaku Mencubit, ASN BPK Tersangka Penganiaya ART Tak Berkutik Saat Ditahan Polres Bogor
-
OJK Ungkap Kejahatan di BPR Panca Dana: Kredit Fiktif dan Pencairan Deposito Nasabah
-
Momen Bukber Langka di Rutan Serang, Ratusan Tahanan Nikmati Waktu Bersama Keluarga Tercinta
-
7 Masjid di Lampung yang Menyediakan Takjil & Buka Puasa Gratis Setiap Hari Selama Ramadan
-
Polda Banten Luruskan Status Tukang Ojek di Pandeglang: Belum Tersangka, Masih Penyelidikan
-
Tersangka AF Lawan Arus di Cibinong Hingga Menelan Korban Jiwa, Hasil Tes Urine Dinanti