SuaraCianjur.id - Lapas Kelas IIB Cianjur, alami kerusakan di beberapa blok, usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6, Senin kemarin.
Sampai saat ini para warga binaan di Lapas tersebut, masih belum dapat menempati blok tahanan.
“Kondisi blok banyak rusak, sementara kita tempatkan di lapangan, dengan menggunakan tenda,” kata Kasubsi Regbimkemas Lapas Cianjur, Nurdin Weripih, saat dihubungi, Sabtu (26/11/2022).
Nurdin mengatakan, dihari keempat pasca gempa, pihak Lapas sudah melakukan beberapa perbaikan terhadap blok dan bangunan lapas yang alami kerusakan.
“Dalam tahap perbaikan,” katanya.
Lapas Cianjur mendapat bantuan pengamanan dari beberapa Lapas yang ada di Jawa Barat. Mereka juga dapat pengamanan dari pihak TNI.
“Kita juga dibantu Raider. Dari polisi kita sudah kirimi surat, tapi mungkin masih disibukan,” ungkapnya.
Namun begitu, pihak Lapas sementara ini menghentikan layanan kunjungan bagi keluarga binaan.
Keluarga warga binaan masih tetap dapat menitipakan makanan bagi para warga binaan ke petugas Lapas.
“Kunjungan ditiadakan dulu, tapi kita tetap layani penitipan makanan,” ucapnya.
Dihari pertama terjadi gempa, banyak warga binaan menggunakan layanan telepon dari pihak Lapas, untuk mencari tahu kabar keluarga para warga binaan.
“Banyak warga binaan yang menelepon untuk mengetahui kabar keluarganya,” katanya.
Nurdin mengatakan sejauh ini tidak ada kendala apa pun pasca gempa Cianjur, di Lapas tersebut. Listrik pun sudah menyala dan pembangunan pun sudah mulai berjalan.
“Saat kejadian gempa itu, kita gunakan genset. Jadi tidak ada masalah,” katanya.
Seperti diketahui, Lapas Kelas IIB Cianjur menjadi salah satu bangunan yang rusak saat gempa bumi terjadi pada Senin 21 November 2022.
Dari informasi yang dihimpun, tidak ada korban jiwa dari pihak warga binaan yang ada di dalam Lapas.
Beberapa kerusakan selain di blok tahanan, diantaranya, tembok antara pos 3 dan pos 4 yang rubuh dan pos 3 pengamanan juga rubuh. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Piala Dunia 2026 dan Tantangan Menjaga Tempat Nobar agar Tetap Bersih
-
Efek Domino Kenaikan BBM: Saat Stabilitas Negara Dibayar oleh Dapur Rumah Tangga
-
Jeritan Parau Emak-emak di Hadapan Pasukan Brimob Bundaran HI
-
Komisaris Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
-
Siasat Licik Andrew Mulyono Dekati Lodewyk Pusung Demi Kuasai Proyek Motor BGN Rp1 Triliun!
-
Arkadia Digital Media Catat Kenaikan Laba Bersih 45,1 Persen pada 2025
-
Bikin Nobar Makin Seru, Saat Es Krim Jadi Teman Menikmati Pertandingan Piala Dunia
-
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru, Belasan Motor dan Mobil Disita
-
Kematian Ruang Diskursus: Mengembalikan Roh Penny University di Tengah Bisingnya Kafe Estetik
-
Sekilas Mirip Vario, Brusky 125 Jadi Skutik Pertama Kawasaki di Indonesia