/
Selasa, 06 Desember 2022 | 17:00 WIB
Ilustrasi. Kanker Paru-paru yang menyerupai batuk biasa (Freepik)

Dimulai dengan batuk yang tak hilang-hilang dalam durasi panjang.

Masalahnya, dr. Aru mengatakan bahwa seorang perokok sudah pasti batuk-batuk.

Namun, jika batuk-batuknya tak kunjung sembuh, maka harus segera diperiksakan.

"Di Rontgen paru udah akan ketahuan gambaran bulet putih-putih gitu, musti dibiopsi" kata dr. Aru.

Jika setelah dibiopsi ketahuan itu adalah kanker, maka harus segera diobati.

"Tapi pada umumnya udah terlambat karena kanker paru itu kalau masih kecil nggak kerasa," kata dr. Aru.

Karena ketika benjolan masih sebesar kelereng, biasanya penderita masih belum merasakan dampak apapun pada dirinya.

Setelah benjolan semakin besar dan membuatnya batuk hingga berdarah, maka baru akan menemui dokter.

Disaat inilah kemungkinan besar dirinya sudah terlambat karena sudah tidak bisa dilakukan operasi.

Baca Juga: Kabar Soal Dokter Gempa Cianjur Ditolak Sebagai Relawan Karena Non Muslim, Dipastikan Hoaks

Satu-satunya yang bisa dilakukan pada fase ini hanyalah dengan kemoterapi yang memiliki keberhasilan yang rendah.

"Karena kanker paru bisa menyebar ke tulang, ke hati, dan ke otak. Menyeramkan bukan?," pungkasnya.(*)

Sumber: Kata Dokter

Tonton video menarik lainnya tentang kesehatan paru-paru di sini: Benar Gak Sih Biopsi Bikin Kanker Semakin Menyebar?

Load More