SuaraCianjur.id - Cerita menyedihkan kali ini bukan datang dari Indonesia, melainkan dari Inggris.
Diketahui ada seorang wanita bernama Burner yang mengalami kejadian salah diagnosis.
Awalnya, Burner berbulan-bulan merasa sulit bernafas hingga batuk berdahak.
Setelah dites, Burner dinyatakan negatif virus COVID 19, sebab saat itu masih dalam masa pandemi.
Namun, batuknya terus berlanjut hingga dirinya mengalami pembengkakan di sekitar leher dan kelenjar getah bening.
Dokter mengira bahwa Burner hanya mengalami batuk biasa, sehingga dirinya diberikan obat sirup untuk meredakan gejala batuknya.
Ternyata, setelah berbulan-bulan menderita, Burner didiagnosis menderita kanker paru-paru thermal atau stadium akhir.
Penjelasan tentang kanker paru-paru
Menurut WHO, kanker paru-paru merupakan jenis kanker yang paling mematikan di Indonesia.
Prof. dr. Aru W. Sudayo menjelaskan bahwa pertumbuhan sel-sel yang tidak beraturan menyebabkan benjolan di dalam tubuh.
Baca Juga: Kabar Soal Dokter Gempa Cianjur Ditolak Sebagai Relawan Karena Non Muslim, Dipastikan Hoaks
Sehingga, benjolan di dalam tubuh ini akan merusak dan bisa menyebar kemana-mana.
Beliau juga menambahkan bahwa kanker paru-paru masih menyebar luas di Indonesia, karena penduduknya masih belum bisa terlepas dari rokok.
"Kanker yang paling banyak ditemukan pada laki-laki, karena Indonesia adalah masyarakat yang tidak bisa berhenti merokok," ungkap dr. Aru.
dr. Aru juga menambahkan bahwa pemerintah belum terlihat serius dalam penanganan peredaran tembakau, karena dinilai masih berpajak tinggi.
"Tapi itu akibatnya dia menjadi kanker nomor 1," lanjutnya.
Gejala kanker paru-paru menurut dr. Aru
Tak hanya menjelaskan penyebab kanker paru-paru, dr. Aru juga mengungkapkan gejalanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Dari Ladang ke Kulit: Menyusuri Kekuatan Sunflower Oil Organik dalam Body Care Magic of Nature
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
PTBA Tebar Kebahagiaan Idul Adha, 300 Hewan Kurban Disalurkan ke Berbagai Wilayah Operasional
-
Bagasi Mobil Selalu Penuh saat Mudik? Ini Tips Menata Daging Kurban dan Oleh-oleh agar Tetap Muat
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bolehkah Daging Kurban Dibagikan kepada Non Muslim? Ini Penjelasan Ulama yang Menyejukkan
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL