SuaraCianjur.id - Perselingkuhan merupakan momok bagi setiap orang yang memiliki pasangan.
Terkadang, banyak korban perselingkuhan yang malah mengalami depresi, karena merasa tidak dicintai oleh siapapun.
Bahkan, tak sedikit anak dari korban perselingkuhan yang mentalnya terganggu dan kehilangan kasih sayang dari orang tuanya.
Sehingga, banyak orang yang mengecam tindakan perselingkuhan ini dan tidak bisa memaafkan pelakunya.
Menurut dr. Boyke, sebagian besar perselingkuhan ini dilakukan oleh pria.
Hal ini bukan dari hasil pengamatannya saja, melainkan dari hasil penelitian teruji.
Hasilnya adalah kemungkinan pria berselingkuh adalah 2:3, sedangkan dari 5, 3 adalah kemungkinan pria berselingkuh.
Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, mengapa pria lebih banyak berselingkuh?
Alasan pria lebih banyak berselingkuh menurut dr. Boyke
Menanggapi fenomena ini, dr. Boyke menjelaskan bahwa ada bagian otak primitif pria yang mendorong sikap ini.
Baca Juga: Bertahan demi Anak, Padahal Sudah Selingkuh? Zoya Amirin Tegaskan Hal ini: Impoten
dr. Boyke mengatakan bahwa laki-laki itu memiliki sifat petualang.
Hal ini bisa ditarik mundur ke zaman nenek moyang, di mana pria seringkali berburu wanita untuk dijadikan pasangannya.
Sikap primitif seperti itulah yang masih tertinggal dan terpendam di dalam otak pria saat ini.
"Itu namanya otak reptilia, otak primitif," ungkap dr. Boyke.
Untuk menekan otak primitif itu agar tidak bertindak seperti manusia purba adalah dengan pendidikan dan agama.
Penyebab perselingkuhan menurut dr. Boyke
Menurut dr. Boyke, perselingkuhan bukan hanya merupakan kesalahan dari satu orang saja, melainkan kedua belah pihak.
Perselingkuhan bisa terjadi karena kurangnya komunikasi di antara kedua belah pihak.
"Yang namanya perselingkuhan tuh nggak mungkin cuman disebabkan oleh karena satu orang," kata dr. Boyka.
"Penyebabnya keduanya dan palin banyak itu disebabkan oleh karena faktor komunikasi yang nggak nyambung," lanjutnya.
dr. Boyke berpendapat bahwa komunikasi antara suami istri adalah hal yang penting sekali.
Bukan hanya pembicaraan, tetapi sikap dan gestur kepada pasangan juga termasuk dalam komunikasi yang baik.
"Bukan cuma ngomong ya, tetapi gerakan tubuh, rasa, kemudian bahasa tubuh, itu semua menunjukkan bagian dari komunikasi," pungkasnya.(*)
Sumber: YouTube Kacamata dr. Boyke
Tonton video menarik lainnya di sini: Curhat Istri: Suami Selingkuh dengan Perempuan 12 Tahun Lebih Tua, Anak Selingkuhan Melabrak
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Cewek Minta Mahar 50 Gram Emas, Masa Lalu Terungkap Bikin Publik Minta Cowok Batalkan Pernikahan
-
Edukasi dan Inovasi Jadi Kunci Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi dan Mulut Lintas Generasi
-
Jadwal Imsakiyah Bogor 18 Februari 2026 Khusus Warga Muhammadiyah
-
Harga Cuma Rp350 M, Manchester United dan Barcelona Berebut Bek Dortmund Julian Ryerson
-
Bangun Komunikasi Kredibel, PTBA Borong Empat Penghargaan Public Relations Bergengsi
-
Joan Laporta Tuduh Ada Tangan-tangan Tak Tampak Ingin Barcelona Gagal Juara La Liga
-
Allegri Kibarkan Bendera Putih: Sebut Inter Favorit Scudetto, Milan Fokus Tiket Liga Champions
-
10 Hotel Bukber di Lampung dengan View Laut, Update Harga dan Promo Terbaru
-
Asisten Ten Hag Bongkar Konflik Cristiano Ronaldo di MU: Ogah Pressing, Pilih Angkat Kaki
-
Wayne Rooney Sebut Arne Slot Tak Punya Aura Kuat sebagai Pelatih Liverpool