SuaraCianjur.id - Sejumlah daerah di Indonesia tengah mengalami bencana alam mulai dari gempa bumi hingga longsor, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya yang beberapa waktu lalu terjadi.
Kontur tanah Kabupaten Tasikmalaya yang berbukit menjadi alasan ditetapkannya sebagai area rawan longsor, termasuk di Karangjaya serta di Karanglayung hingga menyebabkan terputusnya akses jalan kendaraan.
Bencana longsor selain mengancam nyawa warga, namun juga menghambat masyarakat beraktivitas, seperti halnya Asep Pamil Sultoni siswa SMK Negeri Karangjaya yang tidak bisa masuk sekolah karena jalannya tertutup longsoran.
Hidup di area bencana longsor ini pula, yang membuat Asep Pamil siswa SMK jurusan Teknik Mekatronika berinovasi menciptakan alat mitigasi bencana longsor.
Dibantu oleh mentor yang berpengalaman, Dicky Nurul Ilham, S.Pd merupakan Guru Teknik Mekatronika di SMKN Karangjaya, Asep akhirnya mampu mewujudkan inovasi alat yang diharapkan bisa membantu meminimalisir korban dan penganggulangan bencana longsor.
Sederet Prestasi Asep Pamil Sultoni Siswa SMKN Karangjaya Tasikmalaya
Inovasi ini diberi nama "Alat Mitigasi Bencana Longsor" yang dibuat Asep ini bahkan sudah diikutkan lomba inovasi teknologi atau Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kota Tasikmalaya pada 3 Agustus 2022 yang digelar Bapelitbangda, Kota Tasikmalaya.
Meskipun tidak meraih gelar juara, 'Alat Mitigasi Bencana Longsor' ciptaan Asep ini mewakili Kota Tasikmalaya di ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Nasional yang digelar di Cirebon pada 19-21 Oktober 2022.
Tidak sampai disitu, Asep juga membawa alat ciptaanya ini di ajang National Young Inventors Award (NYIA) tingkat nasional yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Bogor, 27-30 Oktober 2022.
Pada ajang NYIA ini, Asep bersama rekannya, Dendi Fitra Gifary berhasil menduduki juara 3 tingkat nasional.
Cara Kerja Alat Mitigasi Bencana Longsor Karya Siswa SMKN Karangjaya
Sebagaimana dilansir cianjur.suara.com dari wawancara eksklusif dengan Asep, ia menjelaskan cara kerja alat ciptaannya ini.
Pertama, mampu mendeteksi kadar air yang berlebihan di dalam tanah, sehingga berfungsi sebagai alat peringatan dini dengan adanya potensi longsor karena kadar air dalam tanah sudah melebihi ambang batas aman.
Kedua, mengukur nilai kemiringan tanah, bertujuan untuk menilai potensi terjadinya longsor berdasarkan kemiringan bukit.
Ketiga, sensor ketinggian tanah yang berfungsi dalam mengkomparasikan kondisi penurunan tanah secara tiba-tiba dengan menggunalan data penurunan permukaan tanah terhadap permukaan air laut (mdpl).
Alat Mitigasi Bencana Longsor Karya Siswa SMKN Karangjaya Lomba di Kancah Internasional
Selain inovasinya sudah diakui BRIN, karya Asep ini akan mewakili Indonesia di ajang ASEAN-INDIA GRASSROOT INNOVATION FORUM 2022 di Kamboja pada 19-21 Desember 2022 mendatang.
Dalam bimbingan dan arahan Dicky sebagai mentor sekaligus guru di SMKN Karangjaya yang juga pernah membawa siswa SMKN 2 Kota Tasikmalaya mewakili Indonesia di ajang yang sama, ASEAN-INDIA GRASSROOT INNOVATION FORUM 2019 di Filipina.
Sederet pengalaman Dicky ini pula yang membantu siswa-siswa dari daerah terpencil, seperti halnya SMKN Karangjaya bisa membawa putra daerah untuk muncul dan berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional.
Namun, Asep mengalami kendala yang cukup besar hingga mengancamnya tidak bisa berpartisipasi dalam ajang internasional tersebut karena kesulitan dana.
Oleh karena itu, baik Asep maupun Dicky berharap bahwa Pemerintah Daerah/Kabupaten Tasikmalaya bisa memberikan perhatiannya terhadap siswa-siswa berprestasi, terlebih inovasi yang telah dibuat sudah diakui di tingkat nasional dan lulus untuk jadi peserta tingkat internasional.
"Harapan saya, bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah, sebagai wujud kepedulian terhadap generasi penerus bangsa yang berprestasi untuk negara kita tercinta," ucap Asep.(*)
Tonton video menarik lainnya: Bukan Cuma Deddy Corbuzier, Deretan Tokoh Ini Juga Dapat Pangkat Tituler
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Sirkus Kelas Dunia Hadir di Singapura, Ajak Keluarga Indonesia Liburan Penuh Keajaiban
-
3 HP Samsung Tiga Kamera, Kelas Entry Level Harga Mulai 1 Jutaan
-
Gerak Cepat Dittipideksus Bareskrim, Tahan Dua Petinggi PT DSI Kasus Dugaan Penipuan dan TPPU
-
Lingkungan Peradilan Rentan Praktik Korupsi, KPK Tekankan Pencegahan
-
Bobotoh Away Day ke Thailand, Bojan Hodak Senang Persib Tak Sendirian
-
Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini
-
Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito: Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana
-
Tak Takut Tekanan Tuan Rumah! Teja Paku Alam: Persib Pulang ke Bandung dengan Oleh-oleh Kemenangan
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan, 35 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Gila! Edarkan Sabu dari Rumah Dinas, Kasat Narkoba Polres Dipecat