/
Sabtu, 17 Desember 2022 | 17:08 WIB
Irjen Pol Krishna Murti secara memberikan pernyataan terkait dengan kasus Ferdy Sambo yang memberikan perintah kepada bawahannya. (Foto: Dok Pribadi Instgaram Krishna Murti)

SuaraCianjur.id- Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Krishna Murti memberikan kabar terbaru soal warga negara Indonesia (WNI) sebanyak 34 orang, yang diduga menjadi korban perusahaan online scam di Poipet, Kamboja

Menurut Irjen Pol Krishna Murti para WNI tersebut sebelumnya sudah terikat kontrak dengan salah satu agen perusahaan kemudian hingga akhirnya 34 orang tersebut direkrut.

"Hasil wawancara singkat terhadap dua orang kami dapatkan, mereka ternyata ada kontrak terhadap perusahaan. Mereka direkrut oleh agen perusahaan Dinshen Group," terang Kadiv Irjen Pol Krishna Murti dalam keterangan tertulis, Jumat (16/12) kemarin.

Irjen Pol Krishna juga mengatakan dari sebanyak jumlah WNI yang ada di Kamboja itu, mereka bekerja rata-rata dalam kurun waktu satu sampai empat bulan. 34 WNI itu masuk ke Kamboja melalui negara Malaysia sampai Thailand, kemudian menuju Poipet.

"Mereka masuk melalui Batam, Malaysia, Thailand, dan menuju ke Poipet," ucap Jenderal bintang dua ini.

Sebagai informasi kalau Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di Phnom Penh bersama dengan pihak kepolisian dari Kamboja, telah membebaskan 34 WNI yang mengaku kalau mereka tertipu hingga disekap oleh perusahaan penipaun dari di Poipet, Kamboja.

Menurut Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha mengatakan kalau mayoritas dari WNI yang katanya disekap itu berasal dari daerah Sulawesi Utara.

"Mayoritas mereka berasal dari Sulawesi Utara," ucap Judha Nugraha dikutip dari Antara.

Sebelumnya kata Judha padatanggal 8 Desember 2022, pihak dari KBRI Phnom Penh sudah menerima pengaduan dari seorang WNI yang mewakili ke-34 pekerja asal Indonesia itu.

Baca Juga: Irjen Krishna Murti Sumpahi Tim Piala Dunia Kampanye Pelangi Kalah! Kata Kapten Tsubasa Sahabat Itu 'Bola' Bukan

Kemudian seteah mendapatkan laporan itu, pihak dari KBRI Phnom Penh langsung melakukan koordinasi dengan pihak otoritas setempat. Pada tanggal 9 Desember 2022, puluhan WNI yang diduga disekap itu berhasil diselamatkan, pihak berwenang Kamboja.

Kini semua WNI itu sudah berada di Kantor Kepolisian Poipet. Mereka sedang menjalani wawancara untuk proses penyelidikan.

Dari 34 WNI itu berasal dari beberapa daerah lima orang dari Manado, dari Tomohon sebanyak 22 orang, kemudian dari Minahasa sebanyak enam orang, dan dari Palembang satu orang. (*)

Load More