SuaraCianjur.id- Seiring bertambahnya usia seseorang khususnya bagi pria biasanya akan mempengaruhi kemampuan seksual yang perlahan menurun.
Menurut dr.Boyke Dian Nugraha ketika pria bertambah usia dalam proses berjalannya penuaan maka kemampua seksual pria menurun satu persen setiap saat.
"Ketika proses penuaan kadar testosteron pria di atas 35 tahun itu sudah mulai berkurang satu persen, sampai akhirnya terjadi andropause," ungkap dr.Boyke dalam program Sex in The City di Youtube Sonora FM.
Dengan prises penuaan juga tidak menutup kemungkinan semburan sperma bisa menjadi lemah, atau bahkan hanya mentes saja.
Banyak pria yang mempertanykan hal ini, apakah wajar atau tidak dengan semburan sperma yang melemah. Termasuk apakah hal ini mempengaruhi proses kehamilan atau tidak/
Dalam hal itu, dr. Boyke memberikan penjelasan kalau semburan sperma tidaklah mempengaruhi kehamilan pada pasangan wanita.
Dengan semburan sperma yang melemah sudah tentu menjadi menjadi bagian atas proses penuaan.
Hal ini kata dr. Boyke terjadi karena otot yang ada di area penis itu turut melemah juga.
Bahkan ketika usia semakin tua, maka prostat dari pria melebar dan membuat sperma hanya menetes saja saat ejakulasi ejakulasi terjadi.
Baca Juga: Ini Masalah Seks yang Sering Dikonsultasikan ke Dokter Boyke
Melemhanya otot yang ada di area anu pria juga dengan prostat membesar juga bisa menyebabkan air kencing dari pria menyembur pelan atau bahkan menetes.
"Semakin tua, otot-otot melemah dan ditambah lagi prostat membesar. Makanya kencing pun menetes," ungkap dr.Boyke.
Maka dari itu semburan sperma ketika orgasme pria melemah bukan penyebab faktor utama kehamilan seseorang.
Menurut dr. Boyke kalau jumlah serta bentuk dan kualitas sperma pria adalah yang paling oenting dalam mempengaruhi wanita bisa menjadi hamil, meskipun kedua pasangan sudah di usia yang tua.
"Yang penting sebenarnya bukan semprotan saja tetapi juga kualitas, jumlah, dan bentuk sperma normalnya," terang dr. Boyke.
Beberapa cara untuk menjaga kualitas sperma agar tetap berkualitas baik adalah dengan cara melakukan olahraga rutin, menjaga berat badan yang ideal, mengkonsumsi berat makanan yang kaya dengan anti-oksidan. Termasuk menghindari stres dan mengurangi konsumsi alkohol serta rokok. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura