SuaraCianjur.id- Penjelasan sebarapa penting ukuran penis pria dalam berhubungan seks, supaya bisa menentukan puasanya pasangan. Hal ini diberi penjelasan oleh dr.Boyke Dian Nugraha.
Dokter Boyke dalam Youtube Sonora FM menjelaskan terkait tentang ukuran Mr. P yang bisa memberikan pengaruh kepuasan terhadap pasangan saat berhubungan intim.
"Kalau dibilang sangat penting, tidak. Penting? Iya," jelas Dokter Boyke, Rabu (21/12/2022).
Dokter Boyke menyampaikan kalau disebut ukuran penis sangat penting, ada kekhawatiran kalau semua pria akan melakukan dan memutuskan untuk memperbesar barangnya, dengan segala cara.
"Karena nih kalau sangat penting nanti semua larinya ingin memperbesar.Larinya semua ke Mak Erot. Larinya semua dengan yang tidak jelas, sampai ke minyak lintah dari Papua lah, segala macam sampai ke lintah kerbau dari suku Dayak, sampai ke segala macam," kata dr.Boyke.
Menurutnya memang ukuran Mr.P penting bagi pria namun jangan sampai carayang dilakukan itu salah dan membuat rugi diri sendiri.
Maka dari itu dr.Boyke menyampaikan kalau ukuran normal penis bagi pria yakni 12 sampai 16 sentimeter.
"Jadi begini ukuran yang normal penis sekitar 12 sampai 16 senti meter, dan itu sudah cukup untuk memuaskan,” kata dr.Boyke.
Faktor kepuasaan seorang wanita dalam berhubungan gituan sama suami bukan dari ukuran rudal pria saja. Kepuasan yang didapat ketika berhubungan di atas ranjang, bisa didapatkan oleh wanita, dari bagaimana cara pria memberikan servis.
Pria yang tangkas dan paham dengan titik rangsang pasangannya bisa memberikan kepuasan yang diinginkan.
"Karena faktor kepuasan seks pada wanita itu tidak bergantung pada ukurannya. Tergantung pada permainannya. Dan bagaimana si wanita menerima permainan-permainan tersebut dengan perasaan cinta atau tidak," jelas dr.Boyke.
Ukuran rudal yang besar kata dr.Boyke, belum tentu memberikan kepuasan bagi wanita. Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi wanita tidak mendapatkan kepuasan, ketika berhubungan seks.
"Ada beberapa wanita kalau dia juga melihat ukurannya segede pisang ambon, tapi si wanitanya tidak cinta dan wanitanya merasa dirinya misalnya, si laki-laki suka selingkuh, merasa dia juga sering tersaikiti tidak akan bisa orgasme," jelasnya.
Dokter Boyke sendiri mengatakan bagi para pria memang harus memperhatikanukuran rudalnya, tapi hanya sebatas apakah ukurannya sudah normal atau belum.
"Jadi perlu diperhatikan oleh para pria, kalau ukuran oke harus normal arti kata bukan micro penis, penis yang sangat kecil sekali," ucap dr.Boyke.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week
-
Iran Tegaskan Dominasi di Selat Hormuz, Aturan Baru Teluk Persia Diumumkan
-
Sempat Ramai, Sekuel Film Clueless Batal Dibuat
-
Sebut Angkatan Laut AS Bajak Laut, Trump: Ini Bisnis yang Sangat Menguntungkan
-
Zionis Israel Targetkan Anak Sekolah, Pelajar 14 Tahun Ditembak Mati di Tepi Barat
-
Hangout Makin Kece dengan Sontek 4 Ide Daily OOTD ala Karina aespa Ini!
-
Banjir Cuan, 3 Zodiak Ini Diprediksi Sukses Finansial Mulai 3 Mei 2026
-
AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?
-
Strategi Metropolitan Land Mengelola Risiko di Tengah Dinamika Properti
-
Tiga Gagasan Pendidikan Ki Hajar Dewantara yang Dipertanyakan Penerapannya