News / Internasional
Minggu, 03 Mei 2026 | 08:36 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan kontroversial terkait rakyat Iran dalam acara penggalangan dana Partai Republik di Washington, 25 Maret 2026. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump menyamakan operasi penyitaan kapal minyak Iran di Florida sebagai tindakan layaknya seorang bajak laut.
  • Amerika Serikat menerapkan blokade pelabuhan Iran tanpa batas waktu setelah kegagalan perundingan damai yang terjadi di Pakistan.
  • Komando Pusat AS telah mengalihkan 45 kapal untuk menegakkan blokade, sementara Iran tetap menguasai Selat Hormuz secara ketat.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut angkatan laut negaranya seperti bajak laut saat menggambarkan operasi penyitaan kapal dalam blokade Amerika terhadap Iran.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah rapat umum di Florida, ketika ia memuji operasi militer AS yang menyita kapal beserta muatan minyaknya di tengah eskalasi ketegangan dengan Iran.

“Kami naik ke atas kapal, mengambil alih kapalnya, mengambil kargonya, mengambil minyaknya. Ini bisnis yang sangat menguntungkan,” kata Trump dikutip dari The Guardian.

“Kami seperti bajak laut. Kurang lebih seperti bajak laut. Tapi kami tidak main-main.”

Komentar Trump muncul di tengah meningkatnya konflik maritim antara Washington dan Teheran setelah Iran menutup efektif Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas dunia.

Selat Hormuz (FOX)

Iran mengambil langkah tersebut setelah dimulainya kampanye serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Sebagai balasan, Amerika Serikat bulan lalu mengumumkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah perundingan damai di Pakistan gagal mencapai terobosan.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan hingga Jumat telah mengalihkan 45 kapal guna memastikan kepatuhan terhadap blokade yang diberlakukan Washington.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan blokade akan berlangsung tanpa batas waktu.

Baca Juga: AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?

“Blokade ini akan berlangsung selama diperlukan,” ujarnya.

Sementara itu, pejabat militer tertinggi AS Jenderal Dan Caine menegaskan blokade berlaku untuk seluruh kapal tanpa memandang kewarganegaraan yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran.

Sementara itu, pemerintah Iran menegaskan akan terus mempertahankan kontrol ketat atas Selat Hormuz selama Amerika Serikat masih memblokade pelabuhan mereka.

Load More