- Presiden AS Donald Trump menyamakan operasi penyitaan kapal minyak Iran di Florida sebagai tindakan layaknya seorang bajak laut.
- Amerika Serikat menerapkan blokade pelabuhan Iran tanpa batas waktu setelah kegagalan perundingan damai yang terjadi di Pakistan.
- Komando Pusat AS telah mengalihkan 45 kapal untuk menegakkan blokade, sementara Iran tetap menguasai Selat Hormuz secara ketat.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut angkatan laut negaranya seperti bajak laut saat menggambarkan operasi penyitaan kapal dalam blokade Amerika terhadap Iran.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam sebuah rapat umum di Florida, ketika ia memuji operasi militer AS yang menyita kapal beserta muatan minyaknya di tengah eskalasi ketegangan dengan Iran.
“Kami naik ke atas kapal, mengambil alih kapalnya, mengambil kargonya, mengambil minyaknya. Ini bisnis yang sangat menguntungkan,” kata Trump dikutip dari The Guardian.
“Kami seperti bajak laut. Kurang lebih seperti bajak laut. Tapi kami tidak main-main.”
Komentar Trump muncul di tengah meningkatnya konflik maritim antara Washington dan Teheran setelah Iran menutup efektif Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas dunia.
Iran mengambil langkah tersebut setelah dimulainya kampanye serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Sebagai balasan, Amerika Serikat bulan lalu mengumumkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah perundingan damai di Pakistan gagal mencapai terobosan.
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan hingga Jumat telah mengalihkan 45 kapal guna memastikan kepatuhan terhadap blokade yang diberlakukan Washington.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan blokade akan berlangsung tanpa batas waktu.
Baca Juga: AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?
“Blokade ini akan berlangsung selama diperlukan,” ujarnya.
Sementara itu, pejabat militer tertinggi AS Jenderal Dan Caine menegaskan blokade berlaku untuk seluruh kapal tanpa memandang kewarganegaraan yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran.
Sementara itu, pemerintah Iran menegaskan akan terus mempertahankan kontrol ketat atas Selat Hormuz selama Amerika Serikat masih memblokade pelabuhan mereka.
Berita Terkait
-
AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Iran Walk Out dari Kongres FIFA 2026, Infantino Takut dan Tunduk pada AS
-
Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz
-
Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Zionis Israel Targetkan Anak Sekolah, Pelajar 14 Tahun Ditembak Mati di Tepi Barat
-
AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?
-
Kiai Ponpes di Pati Diduga Lecehkan 50 Santri: Modus Doktrin Agama, Terancam Dikebiri
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi