- Angkatan Laut IRGC menetapkan aturan baru pengelolaan Teluk Persia berdasarkan perintah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
- Iran akan memanfaatkan kontrol 2.000 kilometer garis pantai untuk memperkuat keamanan serta sebagai tekanan strategis melalui Selat Hormuz.
- Amerika Serikat melalui CENTCOM tetap memberlakukan blokade laut tanpa batas waktu guna menekan Iran di kawasan tersebut.
Suara.com - Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC Navy) menyatakan aturan baru pengelolaan Teluk Persia disusuh berdasarkan arahan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Pernyataan tersebut disampaikan IRGC di tengah meningkatnya ketegangan kawasan menyusul konflik terbuka antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
“Persamaan dan aturan baru pengelolaan Teluk Persia telah dirumuskan dan akan diterapkan berdasarkan perintah Pemimpin Revolusi Islam,” demikian pernyataan resmi IRGC Navy seperti dilansir dari Tasnim News.
IRGC menyebut pihaknya menguasai hampir 2.000 kilometer garis pantai Iran di sepanjang Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Dengan kontrol tersebut, Iran mengklaim siap menjadikan kawasan itu sebagai sumber kekuatan nasional sekaligus penopang keamanan regional.
“Angkatan Laut IRGC akan menjadikan perairan ini sebagai sumber penghidupan dan kekuatan bagi rakyat Iran serta sumber keamanan dan kemakmuran bagi kawasan,” lanjut pernyataan itu.
Sementara itu, dalam pidato pertamanya setelah terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi, Mojtaba Khamenei menegaskan Iran akan terus mempertahankan opsi menutup Selat Hormuz sebagai alat tekanan strategis terhadap musuh.
“Apa yang diinginkan rakyat Iran adalah pertahanan efektif yang membuat musuh menyesal. Leverage penutupan Selat Hormuz harus terus dipertahankan,” kata Khamenei pada 12 Maret lalu.
Ia juga menyebut Iran telah mengkaji pembukaan front-front baru dalam konflik apabila perang terus berlanjut.
Baca Juga: Sebut Angkatan Laut AS Bajak Laut, Trump: Ini Bisnis yang Sangat Menguntungkan
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut angkatan laut negaranya seperti bajak laut saat menggambarkan operasi penyitaan kapal dalam blokade Amerika terhadap Iran.
“Kami naik ke atas kapal, mengambil alih kapalnya, mengambil kargonya, mengambil minyaknya. Ini bisnis yang sangat menguntungkan,” kata Trump dikutip dari The Guardian.
“Kami seperti bajak laut. Kurang lebih seperti bajak laut. Tapi kami tidak main-main.”
Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan hingga Jumat telah mengalihkan 45 kapal guna memastikan kepatuhan terhadap blokade yang diberlakukan Washington.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan blokade akan berlangsung tanpa batas waktu.
Berita Terkait
-
Sebut Angkatan Laut AS Bajak Laut, Trump: Ini Bisnis yang Sangat Menguntungkan
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Iran Walk Out dari Kongres FIFA 2026, Infantino Takut dan Tunduk pada AS
-
Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz
-
Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Sebut Angkatan Laut AS Bajak Laut, Trump: Ini Bisnis yang Sangat Menguntungkan
-
Zionis Israel Targetkan Anak Sekolah, Pelajar 14 Tahun Ditembak Mati di Tepi Barat
-
AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?
-
Kiai Ponpes di Pati Diduga Lecehkan 50 Santri: Modus Doktrin Agama, Terancam Dikebiri
-
Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut