/
Kamis, 19 Januari 2023 | 11:52 WIB
Pengusutan kasus pelanggaran HAM Salim Kancil (suara.com/Oke Atmaja)

SuaraCianjur.id - Salim Kancil, kisah sang martir dari Lumajang, berperingai keras dan tak mau menyerah. Diawali, dengan melihat petakan lahannya hancur karena proses tambang yang menurunkan pendapatan hariannya, benih-benih perlawanan mulai tumbuh. Meski demikian, Salim masih bersabar dengan alih pekerjaan menjadi seorang nelayan untuk menghidupi diri dan keluarganya.

Akan tetapi benih-benih perlawanan terus bertumbuh menjadi tunas, dengan mengunjungi rumah teman-temannya dan berkonsolidasi terkait dengan sikap dan tindakan yang harus dilakukan kedepannya. Tunas semakin bertumbuh menjadi tangkai sehingga gerak-gerik Salim membuat gusar dan terendus oleh penambangan ilegal yang diamankan oleh tim 12 yang dibentuk oleh Desa setempat.

Alhasil, ancaman dan intimidasi berdatangan dan mengancam, bukan hanya dirinya, tapi keluarganya. Meski sudah diperingatkan oleh istrinya, Salim tidak terpengaruh. Salim dengan cepat melaporkan kepada pihak Kepolisian. Hasilnya, nihil, tidak ada tindakan apapun dari kepolisian.

Tidak patah arang, Salim terus melanjutkan dengan membuat gerakan advokasi protes yang diajukan bahkan sampai Kabupaten Lumajang. Hasilnya tetap nihil, dan tidak ada tanggapan. SIngkat cerita, Salim terus melakukan aksinya, hingga Salim mendapat ancaman pembunuhan.

Bak menabrak tembok beton yang besar, Salim kalah keras sehingga beliau mati dengan cara tragis. Ya, dengan dibunuh, disetrum, bahkan digergaji. Layaknya Sang Martir, demi keyakinan dan kepercayaannya, Salim rela bekorban mati dalam berjuang. Cekikan, pukulan, lemparan batu, ikatan, seretan, hingga kematiannya menjadi konseskuensi atas apa yang diperjuangkannya.  

Dari heroisme Salim Kancil, dapat diambil pelajaran bahwa jaminan terhadap perlindungan dan keamanan masyarakat di Negara ini masih rendah. Ini adalah masalah kronis yang harus segera diselesaikan. Bukan hanya tragedi Salim Kancil, pengusutan kasus pelanggaran HAM lainnya selalu berlangsung berlarut-larut dan berkepanjangan. (*)

Load More