/
Sabtu, 21 Januari 2023 | 10:43 WIB
Dedi Mulyadi disebut berpotensi menggantikan Ridwan Kamil di Pilgub Jabar jika Emil dipersiapkan Golkar untuk Pilkada DKI Jakarta. (Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel/ ANTARA)

SuaraCianjur.id - Bergabungnya Ridwan Kamil ke Partai Golkar sempat disebut sebagai 'ancaman' bagi mantan Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi. Meski begitu, ada analisa lain yang menyebutkan kedua nama tersebut justru bisa membuat untuk Partai Golkar di Pilkada DKI Jakarta dan Jawa Barat. 

Seperti yang diungkapkan Pengamat Politik Universitas Padjajaran (Unpad), Firman Manan. Ia mengatakan partai beringin berpotensi menguasai Pulau Jawa, termasuk DKI Jakarta pada Pemilu 2024. 

"Kang Emil (Ridwan Kamil) nantinya bisa didorong ke (Pilkada) DKI Jakarta. Lalu Kang Dedi Mulyadi bisa dimajukan di (Pilkada) Jabar," ujar Firman dikutip cianjur.suara.com dari laman antara, Sabtu (21/1/2023). 

Firman mengatakan, hal ini menjadi skema menarik di perpolitikan tanah air. Dedi Mulyadi sangat potensial melanjutkan kiprah Ridwan Kamil di Jabar. 

Apalagi berdasarkan hasil survey pada November lalu, elektabilitas Mantan Bupati Purwakarta itu berada di posisi ke dua setelah Ridwan Kamil. 

"Dedi Mulyadi sangat potensial menggantikan Emil, jika pada Pemilu nanti Emil ditarik untuk maju di DKI Jakarta," tambahnya. 

Analisa lebih luas lagi, Firman menyebut Golkar bisa menguasai Pulau Jawa. Selain Ridwan Kamil, Mantan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, juga kembali ke pangkuan Partai Golkar. 

Hal ini menambah peluang Golkar untuk 'menguasai' Pulau Jawa. Menurutnya Pakde Karwo (Soekarwo) masih memiliki kans untuk 'membantu' Partai Golkar di Jawa Timur. 

Kendati demikian Firman menegasrkan bergabungnya Ridwan Kami tak menjamin naiknya suara Partai Golkar di Pemilu. 

Baca Juga: ARMY! Bulan Depan J-Hope Merilis Film Dokumenternya, J-Hope IN THE BOX

"Jadi belum tentu. Karena itu tadi, pemilih lebih melihat figur daripada partai," kata dia. (*)

SUMBER: ANTARA

Load More