SuaraCianjur.id - Aktivis sayap kanan garis keras, Rasmus Paludan, mengaku takut karena banyak menerima ancaman setelah aksinya membakar Alquran (Al Qur'an-KBBI) di depan Kedubes Turki di Swedia.
"Saya bisa takut ketika seseorang menulis secara eksplisit bahwa mereka akan membunuh saya. Ketika mereka menjelaskan apa yang akan mereka lakukan," kata Rasmus Paludan dikutip cianjur.suara.com dari media Swedia, Expressen, Senin (23/1/2023).
Ia mengaku banyak menerima pesan di media sosial pribadinya. Banyak orang yang mengancam akan menghabisinya.
"Di media sosial, saya mungkin mendapat 20 pesan per menit, lima di antaranya adalah ancaman," kata dia.
Kendati demikian, pemimpin partai sayap kanan Stram Kurs itu tak menyesali perbuatannya.
Ia mengatakan ada motif politik dari aksi pembakaran alquran yang Ia lakukan.
"Saya melakukannya karena saya pikir ada alasan politik yang penting," tutur dia.
Di sisi lain, Rasmus Paludan tidak menyangka aksinya kali ini mengundang reaksi yang sangat besar.
Dunia arab dan komunitas Muslim, bahkan di Eropa, turut mengutuk aksinya tersebut. Di Turki, perbuatan Rasmus Paludan, memicu aksi besar-besaran ribuan demonstran.
Baca Juga: Polisi Pastikan Pengeroyokan Ojol di Taman Sari Bukan Ulah Gangster, Tapi Catcalling
"Saya pikir ketika saya mencetak gol melawan Turki, itu saja. Ternyata tidak seperti yang saya bayangkan," kata Paludan. (*)
SUMBER: Expressen
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Timnas Indonesia U-17 Introspeksi Total usai Gagal di AFF, Kurniawan Siapkan Kejutan untuk China
-
Warga Munjul Merasa Dikelabui! Proyek PSEL Pemkot Bogor Tuai Penolakan Keras
-
Apa Beda Undertone dan Skintone? Kunci agar Tak Salah Pilih Makeup hingga Pakaian
-
Cerita Pendek untuk Kasih Sayang yang Panjang
-
Dituntut 12 Tahun, Eks Dirjen Perkeretaapian Divonis 8,5 Tahun di Kasus LRT Palembang
-
Shayne Pattynama Kritik Taktik Persija Jelang Hadapi Persib Bandung
-
Mauricio Souza Siapkan Strategi Khusus Hadapi Persib, Persija Bidik Kemenangan di GBK
-
Lolos Sertifikasi FCC dan Postel Komdigi, Xiaomi Siapkan 2 Tablet Murah Terbaru
-
Tinjau Program Stunting, Melly Goeslaw Ingatkan Pemerintah: Ini Investasi Masa Depan Bangsa