SuaraCianjur.id – Argentina dipastikan tidak akan berlaga di putaran final Piala Dunia U-20. Hal ini setelah Argentina kalah pada laga penentuan melawan Kolombia dengan skor 0-1, Sabtu (28/1/2023). Asuhan Javier Mascherano hanya menempati peringkat empat dan tidak berhak lolos. Adapun tim yang lolos dari zona Comenbol adalah Brasil, Kolombia, dan Paraguay.
Gol dari Kolombia dicetak menit ke-75 setelah tendangan Juan Fuentes dari luar kotak penati tidak mampu ditangkap dengan baik oleh kiper Franco Herrera.
Setelah pertandingan ini, pelatih Javier Mascherano langsung mengundurkan diri. Menurutnya ia harus bertanggung jawab atas kegagalan ini.
“Saya pikir tidak [bertahan sebagai pelatih], tidak perlu dipikirkan lagi. Saya tidak bisa menyampaikan banyak kata-kata, karena tidak ada alasan,” ujar Mascherano dikutip laman TyC Sports.
“Hal terbaik sekarang adalah pulang ke Argentina, menenangkan diri. Saya bersyukur atas kesempatan yang diberikan. Saya telah gagal, dan saya mengakui itu. Saya akan berbicara [dengan Tapia], saya mempunyai hubungan yang bagus dengan sang presiden,” lanjut Macherano.
Kegagalan ini menjad catatan buruk tersendiri bagi timnas Argentina. Pasalnya, selama pergelaran berlangsung, timnas Argentina adalah salah satu tim yang selalu Berjaya.
Dari 22 kali penyelenggaraan Piala Dunia U-20, Timnas Argentina masih menjadi yang terbaik dengan memenangi enam gelar juara, yakni pada edisi 1979, 1995, 1997, 2001, 2005, dan 2007.
Piala Dunia U-20 kali ini akan diselenggarakan di Indonesia. Dalam perjalanannya, ajang ini selalu berhasil melahirkan talenta muda terbaik seperti Sergio Aguero, Lionel Messi, hingga Erling Haaland. Harapanya, ajang kali ini akan menjadi wahana belajar bagi timnas Indonesia karena akan berhadapan dengan tim kuat dunia. (*)
Baca Juga: Mengenal Sesar Garsela, Penyebab Gempa Bandung Tadi Malam
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel