SuaraCianjur.id - Chelsea mulai menuai banyak kritik terhadap aktifitasnya dalam bursa transfer bulan Januari yang lalu, baik dari pelatih maupun suporter dari tim pesaing.
Hal ini kemudian sangat dimengerti oleh pelatih The Blues, Graham Potter. Ia menyikapi hal tersebut dengan tenang, dan menganggap bahwa saat ini ia sedang memiliki suatu pekerjaan yang sangat diinginkan dalam dunia sepakbola.
Jurgen Klopp menjadi salah satu yang terbaru berbicara kepada media, mengenai investasi yang dibuat oleh Chelsea pada bulan lalu.
Selain itu, pada laga Jumat malam lalu yang berakhir imbang tanpa gol melawan Fulham, banyak suporter dari tim tamu yang menyanyikan 'What a waste of money' yang ditujukan kepada Enzo Fernandez.
Potter mengatakan bahwa dirinya tidak pernah iri kepada tim yang memiliki sumber daya yang lebih besar. Ia juga tidak ingin ambil pusing mengenai kritikan yang ditujukan kepada dirinya dan juga kepada tim yang ia latih, baik itu dalam beberapa minggu atau bulan kedepan.
"Itu adalah hal yang normal." kata Graham Potter, dikutip cianjur.suara.com dari situs resmi klub, Senin (6/2/2023).
"Kami telah menghabiskan uang yang telah kami habiskan. Media tidak akan membiarkannya lolos dari pantauan radar mereka. Seluruh penggemar sepakbola akan menyanyikan lagu tersebut, itu sudah pasti. Semua orang akan memberikan julukan sesuai dengan opini mereka masing-masing. Karena disanalah letak dari kebebasan untuk berbicara, yang dimana itu bagus dan saya tak khawatir akan itu." ujarnya.
"Iri bukanlah suatu kualitas yang baik untuk dimiliki. Saya tidak pernah merasa cemburu dengan siapapun. Saya selalu mencoba untuk bekerja dan melakukan yang terbaik sebisa saya, dengan segala lika-liku yang saya miliki." lanjut Potter.
"Anda lebih baik membandingkan sesuatu kepada diri anda sendiri daripada dengan orang lain, Karena anda belum tahu secara pasti mengenai konteks dan situasinya. Saya juga mengerti bahwa inilah dunia dimana kita berada, dan itu tidak masalah bagi saya." jelasnya.
Baca Juga: Tindaklanjuti Turunnya Indeks Persepsi Korupsi Indonesia, Jokowi Panggil Anak Buahnya ke Istana
Sumber: chelseafc.com
Tag
Berita Terkait
-
Kebanyakan Main, Kebanyakan Menang, Thomas Muller Torehkan Rekor Bersama Bayern Munich
-
BTS' Jungkook Anggap Tatonya adalah Bagian dari Dirinya di Masa Lalu, Warganet Bantu Luruskan Kritik yang Ditujukan Kepadanya
-
Oplas Hidung Dimana Mbak? NewJeans' Minji Tanggapi Santai Pertanyaan 'Ndeso' dari Penggemar
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Bodi Mungil Gaya Menawan, Mampukah Wuling Baru Ini Geser Dominasi Air EV?
-
Viral Host Quezelyhere Mundur, Ini Sanksi Hukum Artis yang Pura-Pura Spill Skincare padahal Endorse
-
Negosiasi AS-Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Mudik Gratis Pemkot Medan 2026 Segera Dibuka, Ini Cara Pendaftarannya
-
Kasus Suspek Campak Naik Tajam Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Waspada dan Kenali Gejalanya
-
Rumor Panas! Jurgen Klopp Latih Real Madrid atau Timnas Jerman? Bos Red Bull Buka Suara
-
Mobil Rp8,5 M Gubernur Kaltim Viral, Ini Aturan Resmi Kendaraan Dinas Kepala Daerah
-
Demo di Mabes Polri! Polisi Minta Mahasiswa Waspada Penunggang Gelap dan Tak Mudah Terprovokasi
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
Vonis 10 Tahun Penjara: Agus Purwono 'Lolos' dari Tuntutan Maksimal Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak