SuaraCianjur.id – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) baru-baru ini merilis data mengejutkan tentang kasus diabetes pada anak. Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah kasus diabetes pada anak telah meningkat secara drastis dalam beberapa tahun terakhir.
Diketahui bahwa peningkatan kasus ini sebanyak 10 kali lipat dari tahun 2010 hingga tahun 2023. Adapun secara jumlah, tercatat ada sekitar 1.645 anak di Indonesia mengalami diabetes.
Ini adalah situasi yang sangat mengkhawatirkan. Diabetes adalah penyakit kronis yang mempengaruhi jumlah gula dalam darah. Hal ini dapat mempengaruhi kesehatan jangka panjang dan memerlukan perawatan dan pengobatan yang teratur.
Meningkatnya jumlah kasus diabetes pada anak menunjukkan bahwa lebih banyak anak yang terpapar risiko komplikasi dan masalah kesehatan jangka panjang. Untuk itu, masyarakat harus mewaspadi gejala-gejala anak yang mengidap diaberes. Hal ini agar dapat diantisipasi lebih awal.
Adapun yang menjadi gejala-gejala diabetes pada anak menurut Kemenkes, diantaranya adalah:
1. Banyak makan
Anak dengan gejala diabetes akan merasakan lapar terus-menerus meski baru selesai makan. Rasa lapar ini didorong oleh jumlah insulin yang tidak memadai sehingga gula tidak dapat diolah menjadi energi;
2. Banyak minum
Anak akan merasa haus terus-menerus karena ketidakmampuan tubuh memproduksi hormon insulin sehingga tubuh mengalami dehidrasi;
3. Banyak kencing dan mengompol
Rasa haus yang menyebabkan anak selalu minum tidak diimbangi dengan kemampuan tubuh untuk menyerap cairan dengan baik. Anak dengan gejala diabetes akan lebih sering buang air kecil dari pada frekuensi normal, terutama di malam hari.
4. Penurunan berat badan drastis
Meski anak sering minta makan, tetapi tubuhnya tidak bertambah gemuk, melainkan cenderung kehilangan berat badan dalam jumlah yang cukup signifikan. Hal ini diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam menyerap gula darah dalam tubuh sehingga menyebabkan jaringan otot dan lemak menyusut;
5. Kelelahan dan mudah marah
Tubuh anak yang tidak mampu menyerap gula dari makanan membuatnya kekurangan energi sehingga mudah merasa lelah. Anak juga akan mengalami gangguan perilaku dan perubahan emosi menjadi cepat marah dan murung. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026? Hilal Tak Terlihat di Palembang
-
Game Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties Resmi Rilis ke Konsol dan PC
-
Superkomputer Jagokan Real Madrid Menang, Mampukah Jose Mourinho Ulangi Keajaiban?
-
Sinopsis Heartbreak High Season 3, Musim Penutup Penuh Skandal di SMA Hartley
-
Misi Berat di Bandung, Bojan Hodak Siapkan Persib Tampil All Out
-
Emil Audero Raja Penyelamatan Serie A 2026 Gusur Kiper Inter Milan dan AC Milan Sekaligus
-
50 Kode Redeem FF dan Bocoran Event Ramadan 17 Februari 2026: Klaim Bundle Gratis dan Voucher Trogon
-
Ogah Ikuti Jejak Toyota dan Honda, Mitsubishi Serta Suzuki Tolak 'Perang Harga'
-
5 Pilihan Merek Kurma Tanpa Gula Tambahan: Manis Alami dan Lebih Sehat
-
Ini Video Lengkap Aurel Hermansyah Disebut Diabaikan Gen Halilintar