- Mitsubishi Motors menyatakan strategi harga bukan fokus utama mereka dalam persaingan pasar otomotif nasional saat IIMS 2026.
- Mitsubishi lebih menekankan pada penawaran program penjualan menarik serta peningkatan layanan selain produk bagi konsumen.
- Suzuki Indomobil Sales sepakat tidak ikut perang harga, fokus pada kualitas produk dan nilai jangka panjang pascapembelian.
Suara.com - Persaingan pasar otomotif nasional kini semakin memanas dengan munculnya tren 'perang harga' dari sejumlah pabrikan besar. Meski beberapa merek mulai menawarkan varian lebih terjangkau untuk memikat pembeli, Mitsubishi Motors justru memilih jalan yang berbeda dalam menghadapi kompetisi tahun ini.
Direktur Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia atau MMKSI, Irwan Kuncoro, menegaskan bahwa strategi harga bukan menjadi senjata utama mereka. Saat ditemui di ajang Indonesia International Motor Show atau IIMS 2026, ia memberikan pandangan terkait kondisi pasar saat ini yang mulai dipenuhi potongan harga.
“Di tengah persaingan, pricing memang salah satu strategi. Tapi untuk Mitsubishi itu bukan strategi utama,” ujar Irwan, di Jakarta, Selasa (17/2/2026).
Irwan menjelaskan bahwa Mitsubishi tetap menyediakan berbagai program penjualan menarik bagi calon konsumen. Namun hal itu tidak berarti perusahaan akan terjebak dalam perang harga dengan memberikan diskon besar-besaran secara agresif kepada pasar.
“Pricing strategi, terus kasih diskon besar-besaran, itu bukan strategi utama Mitsubishi. Kami lebih menekankan pada layanan selain produk,” lanjutnya.
Senada dengan Mitsubishi, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga menyatakan belum berminat mengambil langkah serupa. Deputy Marketing Director PT SIS, Dony Saputra, menjelaskan bahwa pihaknya sangat menghormati keputusan brand lain yang memilih untuk memotong harga produk mereka demi volume penjualan.
“Kalau kami dari Suzuki melihatnya agak berbeda dengan rekan-rekan (brand Jepang) lain. Saya yakin keputusan merek lain sudah menyesuaikan kebutuhan dan kondisi mereka,” ujar Dony Saputra saat ditemui di area IIMS 2026 baru-baru ini.
Bagi Suzuki, menjaga kualitas produk dan loyalitas pelanggan jauh lebih penting daripada sekadar bersaing di angka harga.
Strategi jangka panjang menjadi fokus utama Suzuki agar konsumen merasa mendapatkan nilai lebih sejak awal pembelian hingga tahap pemakaian atau pascapembelian.
“Tapi Suzuki melihat penjualan nggak hanya proses jangka pendek, penjualan itu proses saat akuisisi dan konsumsi produk. Apabila merek lain melakukan perang harga, ya itu ranah mereka. Tapi kalau kami lebih fokus memberikan nilai ke konsumen saat mereka melakukan pembelian dan pascapembelian,” tuturnya.
Langkah yang diambil Mitsubishi dan Suzuki ini cukup kontras dengan beberapa raksasa otomotif lainnya. Saat ini Honda diketahui mulai menyesuaikan harga untuk model WR-V terbaru.
Sementara itu Toyota juga mulai menghadirkan varian yang lebih ekonomis untuk lini Yaris Cross Hybrid hingga model kelas atas mereka yakni Alphard.
Berita Terkait
-
Honda Terjun Bebas, Begini Perbandingan Retail Sales Mobil Januari 2025 vs 2026
-
Modal Rp50 Jutaan Bisa Tampil Gagah? Ini Pilihan SUV Bekas yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
Harga Mepet Ignis, Mobil Bekas Mitsubishi Pajero Sport Paling Murah Mulai Berapa?
-
KIA Carens Setara Toyota Apa? Harganya Mepet Veloz, Begini Komparasinya
-
Berapa Harga Motor BeAT Bekas? Simak Daftarnya dari Tahun ke Tahun
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Hybrid vs PHEV: Mobil Mana yang Paling Jarang Masuk Bengkel?
-
Apa Itu Teknologi BYD DM-i? Senjata Ampuh Spektakuler yang Bisa Bikin Mobil Tempuh Ribuan Kilometer
-
Daihatsu Beri Sinyal Rocky Hybrid Bakal Dirakit di Malaysia
-
Vespa Rilis Edisi Terbatas 80 Tahun Bawa Warna Ikonik 1946
-
Arti Warna Mobil Menurut Feng Shui, Mana yang Paling Bikin Hoki?
-
Berapa Harga Motor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026? Lenyap dalam Sekejap Usai Crash Horor
-
Konsumsi BBM 65 Km/Liter! Ini Rahasia Dapur Pacu BYD M6 DM yang Baru Rilis di RI
-
Tembus Rp28 Jutaan di Vietnam, Apa Bedanya Honda Vario 125 Street 2026 dengan Versi Indonesia?
-
Terpopuler: Chery Q Bikin Heboh, MG Terancam
-
Maxdecal Dobrak Pasar Modifikasi Motor Lewat Teknologi Vinyl untuk Segmen Motor Besar