Otomotif / Mobil
Selasa, 17 Februari 2026 | 19:25 WIB
Mitsubishi XForce Edisi Spesial di IIMS 2026. (Foto: SUARA.COM/Michele Alessandra)
Baca 10 detik
  • Mitsubishi Motors menyatakan strategi harga bukan fokus utama mereka dalam persaingan pasar otomotif nasional saat IIMS 2026.
  • Mitsubishi lebih menekankan pada penawaran program penjualan menarik serta peningkatan layanan selain produk bagi konsumen.
  • Suzuki Indomobil Sales sepakat tidak ikut perang harga, fokus pada kualitas produk dan nilai jangka panjang pascapembelian.

Suara.com - Persaingan pasar otomotif nasional kini semakin memanas dengan munculnya tren 'perang harga' dari sejumlah pabrikan besar. Meski beberapa merek mulai menawarkan varian lebih terjangkau untuk memikat pembeli, Mitsubishi Motors justru memilih jalan yang berbeda dalam menghadapi kompetisi tahun ini.

Direktur Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia atau MMKSI, Irwan Kuncoro, menegaskan bahwa strategi harga bukan menjadi senjata utama mereka. Saat ditemui di ajang Indonesia International Motor Show atau IIMS 2026, ia memberikan pandangan terkait kondisi pasar saat ini yang mulai dipenuhi potongan harga.

“Di tengah persaingan, pricing memang salah satu strategi. Tapi untuk Mitsubishi itu bukan strategi utama,” ujar Irwan, di Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Mitsubishi Destinator Edisi 55 Tahun yang Meluncur di IIMS 2026. (Foto: SUARA.COM/Michelle Alessandra)

Irwan menjelaskan bahwa Mitsubishi tetap menyediakan berbagai program penjualan menarik bagi calon konsumen. Namun hal itu tidak berarti perusahaan akan terjebak dalam perang harga dengan memberikan diskon besar-besaran secara agresif kepada pasar.

“Pricing strategi, terus kasih diskon besar-besaran, itu bukan strategi utama Mitsubishi. Kami lebih menekankan pada layanan selain produk,” lanjutnya.

Senada dengan Mitsubishi, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) juga menyatakan belum berminat mengambil langkah serupa. Deputy Marketing Director PT SIS, Dony Saputra, menjelaskan bahwa pihaknya sangat menghormati keputusan brand lain yang memilih untuk memotong harga produk mereka demi volume penjualan.

Suzuki e VITARA jadi bintang utama booth Suzuki di IIMS 2026. (SUARA.COM/Manuel Jeghesta)

“Kalau kami dari Suzuki melihatnya agak berbeda dengan rekan-rekan (brand Jepang) lain. Saya yakin keputusan merek lain sudah menyesuaikan kebutuhan dan kondisi mereka,” ujar Dony Saputra saat ditemui di area IIMS 2026 baru-baru ini.

Bagi Suzuki, menjaga kualitas produk dan loyalitas pelanggan jauh lebih penting daripada sekadar bersaing di angka harga.

Strategi jangka panjang menjadi fokus utama Suzuki agar konsumen merasa mendapatkan nilai lebih sejak awal pembelian hingga tahap pemakaian atau pascapembelian.

“Tapi Suzuki melihat penjualan nggak hanya proses jangka pendek, penjualan itu proses saat akuisisi dan konsumsi produk. Apabila merek lain melakukan perang harga, ya itu ranah mereka. Tapi kalau kami lebih fokus memberikan nilai ke konsumen saat mereka melakukan pembelian dan pascapembelian,” tuturnya.

Langkah yang diambil Mitsubishi dan Suzuki ini cukup kontras dengan beberapa raksasa otomotif lainnya. Saat ini Honda diketahui mulai menyesuaikan harga untuk model WR-V terbaru.

Sementara itu Toyota juga mulai menghadirkan varian yang lebih ekonomis untuk lini Yaris Cross Hybrid hingga model kelas atas mereka yakni Alphard.

Load More