/
Jum'at, 10 Februari 2023 | 16:49 WIB
Pelatih timnas, Shin Tae Yong (Suara.com)

SuaraCianjur.id – Bernardo Tavares, Pelatih PSM Makassar, membuat pernyataan yang mengejutkan soal pemusatan latihan (TC) jangka panjang timnas Indonesia U-20. Ia mengungkapkan adanya sikap yang tidak adil dan tidak tegas dari pelatih timnas U-20, Shin Tae-yong dan juga PSSI.

Menurut Tavares, PSM sangat mendukung program timnas U-20 dan sudah berkomitmen untuk membantu dengan mengirimkan dua pemain andalannya, Dzaky Asraf dan Sultan Zaky, untuk ikut serta dalam TC. Namun, ia merasa ada sikap yang tidak adil terkait dengan pemanggilan pemain.

"Saya sampaikan bahwa aturan tetap aturan.. Di sini kami memberikan pemain kami ke timnas pada saat timnas melakukan pemanggilan," ucap Tavares, dikutip laman resmi klub.

Namun, Tavares melihat ketidakadilan, pasalnya  Persib Bandung dan Persija Jakarta, mereka tidak mengirim pemain secara seluruhnya dari yang dipanggil oleh PSSI. Persib masih menahan Ferdiansyah dan Kakang Rudianto untuk gabung timnas U-20, lalu Persija masih menahan empat pemain mereka.

"Namun tim lain tidak memberikan pemain-pemain mereka. Apakah aturan sama diterapkan di satu klub dan yang lain tidak?,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.

Tavares juga menyoroti bahwa sebetulnya tanpa TC pemain muda ini bisa berkembang dengan adanya kompetisi.

"Jika mereka di timnas mereka hanya latihan, lari, training camp.. Mereka tidak mendapatkan hal-hal ini sebagai bagian dari pertandingan,"lanjutnya.

Saat ini, pemain muda tersebut dibutuhkan oleh timnas untuk  menjalani persiapan Piala Asia U-20 dan Piala Dunia U-20. (*)

Baca Juga: Mendag Sebut Beli Minyakita Tak Perlu Pakai KTP: Pembeli Cuma Bisa Beli 2 Liter Per Hari

Load More