SuaraCianjur.Id- Seks dan hubungan merupakan bagian penting dalam kehidupan setiap orang, namun jika tidak dilakukan dengan tanggung jawab dan kesadaran, hal ini dapat memiliki dampak buruk bagi anak.
Dokter Boyke, seorang ahli kesehatan reproduksi dan seksualitas, menjelaskan bahwa hubungan seksual yang tidak bermakna dan tidak dilakukan dengan tanggung jawab dan kesadaran dapat memiliki dampak buruk bagi anak.
Ia mengatakan bahwa anak-anak yang menyaksikan hubungan seksual antara orang tua mereka dapat mengalami trauma dan memiliki persepsi yang salah tentang seks dan hubungan.
"Anak-anak meskipun itu umurnya lima tahun, tiga tahun pun kalau melihat hubungan seks orang tuanya itu akan mengakibatkan trauma secara psikologis," kata dr. Boyke.
Suara dari sang ibu yang sedang melakukan hubungan intim dengan suami bisa membuat anak menganggap itu sedang disakiti.
"Kadang-kadang kan ada suara rintihan dan sebagainya, si anak kan merasa bahwa mamanya itu disakitin," sambungnya.
Menurut Dokter Boyke, anak-anak yang mengalami trauma seksual dapat mengalami masalah kesehatan mental dan mengalami kesulitan dalam membangun hubungan seksual yang sehat dan berkualitas di masa depan.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar orang tua memberikan pendidikan seks yang baik dan benar sejak dini agar anak dapat memahami seks dan hubungan dengan cara yang positif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi