/
Sabtu, 11 Februari 2023 | 17:10 WIB
Dr. Boyke Dian Nugraha membeberkan rekomendasi jumlah praktek hubungan badan pasutri per minggunya. (Youtube @Kacamata dr. Boyke)

SuaraCianjur.Id- Seks dan hubungan merupakan bagian penting dalam kehidupan setiap orang, namun jika tidak dilakukan dengan tanggung jawab dan kesadaran, hal ini dapat memiliki dampak buruk bagi anak.

Dokter Boyke, seorang ahli kesehatan reproduksi dan seksualitas, menjelaskan bahwa hubungan seksual yang tidak bermakna dan tidak dilakukan dengan tanggung jawab dan kesadaran dapat memiliki dampak buruk bagi anak.

Ia mengatakan bahwa anak-anak yang menyaksikan hubungan seksual antara orang tua mereka dapat mengalami trauma dan memiliki persepsi yang salah tentang seks dan hubungan.

"Anak-anak meskipun itu umurnya lima tahun, tiga tahun pun kalau melihat hubungan seks orang tuanya itu akan mengakibatkan trauma secara psikologis," kata dr. Boyke.

Suara dari sang ibu yang sedang melakukan hubungan intim dengan suami bisa membuat anak menganggap itu sedang disakiti.

"Kadang-kadang kan ada suara rintihan dan sebagainya, si anak kan merasa bahwa mamanya itu disakitin," sambungnya.

Menurut Dokter Boyke, anak-anak yang mengalami trauma seksual dapat mengalami masalah kesehatan mental dan mengalami kesulitan dalam membangun hubungan seksual yang sehat dan berkualitas di masa depan.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar orang tua memberikan pendidikan seks yang baik dan benar sejak dini agar anak dapat memahami seks dan hubungan dengan cara yang positif.

Baca Juga: Hasil Persita vs Bhayangkara FC: Gol Tunggal Vidal Bawa Pendekar Cisadane Kembali ke Jalur Kemenangan

Load More