SuaraCianjur.Id- Menag Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik tren menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) yang sedang terjadi di Indonesia.
Menurutnya, tren ini menunjukkan keberhasilan KUA dalam memberikan layanan kepada masyarakat, terutama kepada generasi muda.
Ia mengatakan bahwa tren ini membuktikan bahwa KUA terus memperbaiki layanannya.
Dikutip dari Antara, "Anak-anak muda banyak menikah di KUA," sambut Menag Yaqut di Jakarta, Rabu (15-02-2023).
"Itu (perkembangan yang) sangat luar biasa. Tren yang tengah berkembang dengan banyaknya postingan menikah di KUA menunjukkan bahwa layanan KUA sudah berubah," sambungnya.
Menag mengungkapkan bahwa generasi muda di Indonesia mencapai 53 persen dari total populasi dan berharap KUA dapat menjangkau mereka dengan baik.
Ia berharap KUA dapat menjadi pemantik bagi generasi muda agar tertarik untuk menggunakan layanan KUA dan meluncurkan program-program layanan yang dapat menarik perhatian generasi muda.
"Tantangan kita, program yang ditawarkan harus mampu menarik anak-anak muda yang jumlahnya banyak," jelasnya.
"KUA sudah mulai berbenah dengan viralnya nikah di KUA. Yang lain juga harus, misalnya, program pemberdayaan masjid atau kampung zakat," tambah Menag.
Baca Juga: Umumkan Penjualan Mobil Periode Januari 2023, Group Astra Menyatakan Kenaikan 15 Persen
Sebelumnya, banyak milenial dan generasi Z di Indonesia yang memilih menikah di KUA dan membagikan momen pernikahan mereka di media sosial.
Hal ini mendapat respons positif dari publik. Dengan menyelenggarakan akad nikah di KUA secara gratis selama jam kerja, generasi muda berpendapat bahwa biaya yang dapat dihemat dari pesta pernikahan yang sederhana dapat dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel