SuaraCianjur.Id- Seorang buronan Interpol Italia yang terkait dengan kelompok mafia Ndrangheta berhasil ditangkap di Bali.
Kepala Urusan Administrasi Bagian Kejahatan Internasional NCB Interpol Indonesia, Kompol Anggaito Hadi Prabowo, mengonfirmasi penangkapan tersebut.
Ndrangheta adalah jaringan mafia yang paling kuat di Italia. Dibentuk di Calabria, Ndrangheta diklaim mengalahkan kelompok besar seperti Cosa Nostra di selatan Italia.
Selain kartel narkoba, Ndrangheta juga terlibat dalam penyelundupan senjata, penipuan, penghindaran pajak, prostitusi, dan pemerasan.
Kekayaan Ndrangheta setara dengan 3,5% Produk Domestik Bruto (PDB) Italia, sebesar 60 miliar USD.
FBI memperkirakan anggota Ndrangheta mencapai 6.000 orang, lebih banyak dari kelompok mafia lain di Italia seperti Camorra dan Sacra Corona Unita.
Ndrangheta dikenal dengan kebrutalannya dan pernah melakukan aksi penembakan di Jerman pada 2007.
Meski demikian, Polri memastikan bahwa kelompok ini tidak beroperasi di Indonesia dan lebih banyak melakukan aksinya di negara-negara Eropa.
Dikutip dari Suara.com, “Ndrangheta lebih banyak di Eropa, dan mereka tidak hanya narkotika, tetapi juga penipuan, dan kejahatan-kejahatan lainnya yang sangat meresahkan di sana, tetapi tidak sampai Indonesia,” kata Kepala Urusan Administrasi Bagian Kejahatan Internasional Divisi Hubungan Internasional Polri Kompol Anggaito Hadi Prabowo.
Baca Juga: Remaja Putri asal Pontianak Raih Juara Empat MTQ Tijan Annur Qatar 2023
Interpol telah meluncurkan aksi multilateral untuk memerangi Ndrangheta, termasuk program I-CAN yang dibiayai oleh Pemerintah Italia sejak tahun 2020.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games
-
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill
-
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI
-
Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China
-
Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?