/
Selasa, 21 Februari 2023 | 10:50 WIB
Wiranto saat masih menjabat sebagai Menkopolhukam tahun 2019. ((Suara.com/Ria Rizki))

SuaraCianjur.id - Ada beberapa alasan dan pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) menerima Wiranto bergabung setelah hengkang dari Partai Hanura.

Direktur Eksekutif ALGORITMA, Aditya Perdana menganalisa salah satu alasan tersebut adalah figur Wiranto yang dianggap masih memiliki relasi yang cukup kuat dengan kelompok-kelompok serta kantong-kantong pemilih muslim.

"Yang tentu dapat dimanfaatkan secara optimal oleh PAN," kata Aditya dalam keterangannya, dikutip dari Suara.com Selasa (21/2/2023).

Menurut Aditya, ceruk pemilih ini memang mau tidak mau, PAN harus memberikan perhatian lebih. 

Sebab dalam Pemilu 2024, PAN harus mati-matian melewati ambang batas parlemen dengan perolehan suara lebih dari 4 persen.

Karena itulah, logis jika PAN membutuhkan figur yang dapat mendekatkan partai dengan kelompok pemilih Islam yang lebih moderat, pemilih nasionalis religius agar ceruk pemilihnya bisa lebih lebar. 

Figur itu yang salah satunya bisa terpenuhi di diri Wiranto.

"Figur tersebut menurut saya ada di Wiranto sebagai mantan pimpinan partai politik, yaitu Hanura. Dalam konteks Wiranto dan PAN, ada pertimbangan sosiologis dan kultural yang menjadi alasan mendekatkan keduanya saat ini," terang Aditya.

Terlepas dari demografi pemilih, Wiranto dianggap memiliki peran tersendiri untuk PAN. Pendiri Partai Hanura ini diketahui berperan dalam menyambungkan PAN dengan Presiden Jokowi.

Baca Juga: Empat WNI Meninggal Dunia Akibat Gempa di Turki, Dua Dimakamkan di Turki dan Dua Lainnya akan Dipulangkan ke Indonesia

"Termasuk di dalam pemerintahan," pungkasnya. (*)

Load More