SuaraCianjur.id - Selain mempengaruhi kesehatan tubuh, kelebihan berat badan juga diketahui dapat menjadi faktor kenikmatan dan kepuasan berhubungan intim di atas ranjang.
Kelebihan berat badan atau obesitas akan membuat hubungan intim tidak memuaskan. Karena berat badan, performa di atas ranjang pun bisa menurun dan sensasi saat memanjakan pasangan pun tidak lagi berkesan.
Bagi pria, kelebihan berat badan acapkali dapat menurunkan kadar testosteron, yakni hormon seks pria.
Sementara pada wanita, indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi dapat mengganggu fungsi seksual dalam tubuh.
Dalam unggahan video, seksolog Zoya Amirin menyebutkan bahwa berat badan seseorang akan mempengaruhi kelincahan gerak seseorang dalam segala hal, termasuk dalam urusan ranjang.
"Yang paling kerasa itu urusan ranjang. Begitu berat badan naik atau turun, itu (berat badan) akan sangat-sangat mempengaruhi kelincahan gerak (saat berhubungan intim) dan segala macam," kata Seksolog Zoya Amirin dinukil dari kanal YouTube LIGHThouse Indonesia, Kamis (23/2/2023).
Seseorang dengan berat badan berlebih akan sulit mengeksplorasi beberapa gerakan dan posisi saat berhubungan intim.
Seperti halnya wanita, jika wanita memiliki berat badan berlebih, beberapa posisi seks seperti woman on top akan sulit untuk dilakukan.
"Kebanyakan kalau berat badan overweight akan susah misalnya ada beberapa posisi hubungan seksual yang relatif nikmat misalnya women on top," lanjut Zoya.
Baca Juga: Dirjen Pajak Khawatir Kasus MDS Buat Masyarakat Malas untuk Bayar Pajak
Alat Ukur Sederhana Performa Hubungan Intim
Bagus atau tidaknya performa seseorang dalam berhubungan intim bisa dilihat dari kekuatannya saat menaiki anak tangga.
Kata Seksolog Zoya Amirin, jika seseorang baik wanita maupun pria tidak merasa ngos-ngosan saat menaiki 60 anak tangga, itu artinya seseorang tersebut memiliki performa yang baik dalam melakukan hubungan intim.
"Setiap orang laki-laki atau perempuan ketika kamu dalam kondisi yang bisa melakukan performa seksual yang oke, itu tandanya ketika anda jalan biasa naik 60 anak tangga, anda nggak ngos-ngosan," ucap Seksolog Zoya Amirin.
Namun, jika salah satu dari pasangan tersebut memiliki berat badan yang berlebih, compatibility dalam hubungan intim akan sulit diperoleh.
Kondisi tersebut akan membuat pasangan dengan berat badan ideal repot, dimana ia harus bekerja lebih ekstra untuk mengatur ritme dalam berhubungan intim.
"Jadi kalo misalnya kalo pasangan salah satunya langsing atau punya berat badan ideal, dan yang satu overweight, susah banget sebenarnya untuk bisa compatibility.,"
"Ada banyak posisi yang jadinya lebih repot dimana yang langsingnya harus kerja keras lebih berat dibandingkan yang overweight," lanjutnya.
Berat Badan yang Ideal
Setidaknya baik pria maupun wanita, memiliki berat badan yang ideal dapat menambah kenikmatan dan kepuasan dalam berhubungan intim.
Kepuasan tersebut dapat dicapai dengan tetap berpegang pada diet dan berolahraga secara konsisten.
Namun, Anda tidak perlu khawatir, karena seksolog Zoya Amirin menyarankan untuk berolahraga di tempat tidur bagi Anda yang kekurangan waktu.
"Olahraga di ranjang. Karena kalau misal di ranjang, kita akan merasakan cinta memberi dan menerima cinta. At the same time kita bisa mencoba beberapa posisi ," ujar Zoya Amirin. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Inilah 5 Tips Berhubungan Intim Bagi Pasangan yang Kehilangan Gairah Setelah Melahirkan
-
Zoya Amirin Ungkap Bahaya Kecanduan Nonton Video Porno, Dampaknya Bisa Setara dengan Kokain!
-
Waspada! Makan Malam yang Terlalu Larut Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes
-
Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Laki-Laki Setelah Berhubungan Intim Menurut Kitab Fathul Izar
-
Apa Itu Love Bombing? Waspadai Bentuk Manipulasi Cinta Ini dengan Tips Zoya Amirin Ini!
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Apa Niat Salat Tarawih dan Witir Sendiri? Ini Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
-
Lorong Menuju Laut: Perlawanan Perempuan Sangihe Melawan Korporasi dalam Novel Dian Purnomo
-
Terkait Rencana Borong 105 Ribu Mobil dari India, KPK Langsung Wanti-wanti Hal Ini!
-
Profil Bripda Muhammad Rio: Eks Brimob Polda Aceh yang Membelot Jadi Tentara Rusia
-
Borneo FC Dikalahkan Dewa United, Bojan Hodak: Fokus Tim Sendiri
-
KPK Soroti Pengadaan 105 Ribu Mobil India Mahindra oleh Agrinas: Waspada Praktik Pengondisian
-
Cak Imin Pastikan Bantuan BPJS Tepat Sasaran, Masyarakat Miskin Tetap Bisa Berobat
-
Film Antara Mama, Cinta, dan Surga: Tradisi yang Menekan Generasi Muda
-
Pengiriman 21 Kg Sabu ke Jakarta Gagal, 2 Kurir Narkoba Ditangkap di Deli Serdang
-
Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga