/
Jum'at, 24 Februari 2023 | 21:57 WIB
Ilustrasi Penganiayaan (suara.com)

SuaraCianjur.id - Kasus kekerasan sedang menjadi sorotan, setelah Mario Dandy Satrio (MDS) anak pejabat pajak, melakukan penganiayaan terhadap seorang anak yang bernama David

Kasus ini menjadi sorotan publik, apalagi terdapat video yang memperlihatkan tindakan kekerasan secara brutal yang dilakukakn MDS kepada David. Hal ini tentu mendapat kecaman publik. 

Namun, apa yang mendorong seseorang untuk melakukan kekerasan? Berikut adalah beberapa alasan yang mungkin menjadi penyebab seseorang melakukan kekerasan, serta pandangan dari para ahli tentang fenomena ini.

1. Rasa ketidakadilan dan frustrasi

Salah satu alasan yang sering dikaitkan dengan perilaku kekerasan adalah rasa ketidakadilan dan frustrasi. Orang yang merasa dirugikan atau tidak adil dalam suatu situasi, misalnya di tempat kerja atau dalam hubungan pribadi, dapat merespon dengan perilaku agresif atau kekerasan. Menurut Dr. Craig Anderson, seorang psikolog sosial di Iowa State University, "Rasa tidak adil atau tidak dihargai dapat menjadi pemicu utama kekerasan dalam hubungan pribadi."

2. Gangguan mental

Gangguan mental seperti gangguan bipolar, skizofrenia, dan depresi dapat menjadi penyebab seseorang melakukan kekerasan. Menurut American Psychological Association, "Orang dengan gangguan mental yang parah mungkin merasa terisolasi, frustrasi, dan tidak terpahami oleh orang lain. Hal ini dapat menyebabkan mereka merespons dengan perilaku kekerasan." Namun, penting untuk dicatat bahwa kebanyakan orang dengan gangguan mental tidak melakukan kekerasan.

3. Pengaruh lingkungan

Lingkungan sosial dan fisik dapat berperan dalam mempengaruhi seseorang untuk melakukan kekerasan. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang keras dan penuh dengan kekerasan, misalnya, mungkin belajar bahwa kekerasan adalah cara yang dapat diterima untuk menyelesaikan konflik. "Lingkungan yang kasar, misalnya lingkungan kriminal, miskin, atau dengan tingkat kekerasan yang tinggi, dapat memperkuat perilaku kekerasan," kata Dr. Anderson.

Baca Juga: Perang Urat Saraf Elite Partai: Pemilu Terbuka Atau Tertutup, Seolah Demi Rakyat

4. Pengaruh media

Media, khususnya film, televisi, dan video game, sering dihubungkan dengan perilaku kekerasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan terhadap kekerasan dalam media dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk melakukan kekerasan. Menurut Dr. Brad Bushman, seorang profesor psikologi di Ohio State University, "Setiap kali seseorang menonton kekerasan di media, mereka belajar bahwa kekerasan adalah cara yang dapat diterima untuk menyelesaikan konflik."

5. Alkohol dan obat-obatan

Ketergantungan pada alkohol atau obat-obatan dapat menyebabkan seseorang melakukan kekerasan. Alkohol dan obat-obatan dapat mengubah persepsi seseorang tentang realitas dan mengurangi kontrol diri mereka, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya perilaku kekerasan. Alkohol dan obat-obatan dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk memproses informasi dan mengambil keputusan yang baik.

Sumber:

- Craig A. Anderson, "Causes of Domestic Violence," Iowa State University, https://www.psychology.iastate.edu/faculty/caa/abstracts/1995-1999/99AGCA.html
- American Psychological Association, "Violence and Mental Illness," https://www.apa.org/pi/about/publications/caregivers/practice-settings/mental-illness-violence
 

Load More