SuaraCianjur.id- Setelah berlangsung selama sebelas hari, Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023, pameran otomotif terkenal, resmi ditutup pada hari Minggu, 26 Februari.
Acara pameran otomotif bernama Indonesia International Motor Show (IIMS) diadakan secara tahunan di Jakarta, Indonesia sejak tahun 1992. Sebanyak 27 kali IIMS telah digelar, namun IIMS 2020 dan 2021 harus dibatalkan karena pandemi COVID-19.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo membuka dan meresmikan IIMS yang diadakan oleh panitia penyelenggara. Dalam kurun waktu 16 hingga 24 Februari, angka pengunjung IIMS meningkat sebesar 24 persen dari tahun 2022 pada periode yang sama, hal ini dicatat oleh panitia penyelenggara.
Berdasarkan data transaksi sementara hingga Sabtu malam tanggal 25 Februari, Dyandra Promosindo selaku penyelenggara mencatat bahwa nilai transaksi telah mencapai Rp3,45 triliun.
Dipercayai bahwa penyelenggaraan pameran otomotif IIMS menjadi ukuran acuan bagi kegiatan otomotif lainnya. Memasuki awal tahun, saat yang tepat bagi para peserta pameran untuk memamerkan produk unggulan mereka yang akan diluncurkan dalam tahun ini.
Pada hari terakhir, Yadea dan KOSMIK (Komunitas Sepeda/Motor Listrik) menunjukkan kemampuan kendaraan listrik mereka di Panggung PitStop & IIMS Track selama lebih dari 500 meter.
Para Stunt Rider Profesional melakukan freestyle dan menguji ketahanan motor listrik Yadea dengan membawa beban berat yang di atasnya naik 5 orang.
Pada saat yang sama, di area IOF, terdapat parade dari 50 mobil Military American Jeep yang menampilkan keahliannya. Dyandra sebagai penyelenggara telah menyiapkan beberapa acara untuk dinikmati pada hari terakhir, seperti pushbike hingga malam hari di area Hall B3, Urban Crawling, dan Indonesia Drift Championship.
Indonesia Drift Championship 2023 merupakan salah satu kompetisi atraksi teknik mengemudi yang paling menarik perhatian dan dianggap sangat ekstrem. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI), IMI Kejuaraan Nasional Drift, Orange Racing Committee, dan Dyandra Promosindo yang bekerja sama.
Baca Juga: Tak Seperti Mario Dandy, Kisah Rafdi Si Anak Pejabat: Hidup Sederhana Jadi Kuli Bangunan
Ada 35 peserta yang terbagi ke dalam tiga kelas (Novice dengan 2 peserta, Pro 2 dengan 15 peserta, dan Pro 1 dengan 16 peserta) yang mengikuti kompetisi tersebut. Mereka telah melewati tahap kualifikasi, kualifikasi waktu terbaik (QTT), bertanding secara tandem, dan hasilnya diperiksa oleh pengawas dan juri.
(*/Tigor Hutabarat)
Sumber: voi.id
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur
-
HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
-
Resmi Dihibahkan ke Pemprov Jabar, Teras Cihampelas Bandung Bakal Dibongkar Total
-
Hilirisasi Sawit RI Diklaim Sukses, 80% Ekspor Tak Lagi Produk Mentah
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Bakery Singapura BIdik Pasar Kuliner RI, Ekspansi Perdana ke Jakarta
-
BGN Enggan MBG Dibenturkan dengan Sekolah Roboh: Enggak Nyambung