/
Rabu, 01 Maret 2023 | 16:00 WIB
Ilustrasi cara membangun bisnis rumahan dengan modal satu juta rupiah. ((Image by Freepik))

"Simpelnya bisa menanyakan langsung kepada calon konsumen, mereka butuhnya apa, senengnya apa, dan sejenisnya," jelas Raymond.

Sementara itu, riset kompetitor ini dilakukan dengan mensurvei bisnis-bisnis serupa yang sudah ada di sekitar anda.

Dari situ dicari tahu harganya rata-rata berapa, banyak yang beli atau tidak, rasanya bagaimana, packaging atau pengemasannya bagaimana, dan seterusnya.

Melalui hasil kedua riset tersebut, disarankan bagi calon pebisnis untuk menggunakan  konsep Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM). 

Cari tahu kenapa produk kompetitor bisa laku dan catat selling point-nya, lalu terapkan pada produk anda semirip dan sebagus mungkin.

3. Buat Produk dengan Sistem Pre-Order (Product)

Dalam peraturan budgeting anggaran usaha, da aturan 40:40:20, di mana 40 persen digunakan untuk Product, 40 persen untuk Marketing, dan 20 persen untuk operation.

Jika kita ambil contoh modalnya 1 juta, maka 400 ribu digunakan untuk membuat produk, 400 ribu untuk pemasaran produk, dan sisanya 200 ribu untuk biaya pengelolaan.

Perlu dicatat, menyetok barang secara massal di awal membangun bisnis sangat tidak disarankan, apalagi jika budget-nya hanya 400 ribu dari total 1 juta. 

Alokasi budget product lebih baik digunakan untuk trial & error seefisien mungkin. Buatlah produk pertama dengan mencari resep atau rumus unik sambil tetap menerapkan ATM.

Baca Juga: Erick Thohir Sesumbar Piala Dunia U20 Jadi Kebangkitan Sepak Bola Indonesia

Adapun untuk sistem penjualan, sangat disarankan untuk mengadopsi sistem Pre-Order (PO) atau batch, di mana konsepnya konsumen disuruh bayar di muka terlebih dahulu, baru nanti barang-nya diproduksi sesuai jumlah pesanan lalu dikirimkan.

Selain itu, usahakan produk yang dijual memiliki margin keuntungan yang sehat. Biasanya, margin profit yang sehat dipatok di kisaran 20-50 persen dari Harga Pokok Produk (HPP). 

Contoh, jika biaya yang diperlukan untuk memproduksi satu bungkus basreng 40 ribu, maka harga jual yang dipatok minimal 48 ribu atau lebih.

4. Bangun Brand dan Pasarkan Produk (Marketing)

Kebanyakan orang salah paham bahwa anggaran marketing itu hanya untuk promo. Padahal, marketing itu sejatinya ada dua tahap, yakni fondasi dan distribusi.

Dalam Marketing, ada baiknya membangun dan memperkuat "tampilan utama" bisnis kalian dengan membuat logo bisnis yang menarik, mengelola akun media sosial yang dimiliki, yang semuanya bisa dimaksimalkan dengan menyewa desainer freelance yang kompeten.

Satu hal yang paling penting, bangun fondasi brand awareness terlebih dahulu dengan menawarkan kepada teman-teman atau promosi di komunitas-komunitas yang diikuti. Cara tersebut adalah cara paling murah yang bisa ditempuh.

Load More