"Simpelnya bisa menanyakan langsung kepada calon konsumen, mereka butuhnya apa, senengnya apa, dan sejenisnya," jelas Raymond.
Sementara itu, riset kompetitor ini dilakukan dengan mensurvei bisnis-bisnis serupa yang sudah ada di sekitar anda.
Dari situ dicari tahu harganya rata-rata berapa, banyak yang beli atau tidak, rasanya bagaimana, packaging atau pengemasannya bagaimana, dan seterusnya.
Melalui hasil kedua riset tersebut, disarankan bagi calon pebisnis untuk menggunakan konsep Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM).
Cari tahu kenapa produk kompetitor bisa laku dan catat selling point-nya, lalu terapkan pada produk anda semirip dan sebagus mungkin.
3. Buat Produk dengan Sistem Pre-Order (Product)
Dalam peraturan budgeting anggaran usaha, da aturan 40:40:20, di mana 40 persen digunakan untuk Product, 40 persen untuk Marketing, dan 20 persen untuk operation.
Jika kita ambil contoh modalnya 1 juta, maka 400 ribu digunakan untuk membuat produk, 400 ribu untuk pemasaran produk, dan sisanya 200 ribu untuk biaya pengelolaan.
Perlu dicatat, menyetok barang secara massal di awal membangun bisnis sangat tidak disarankan, apalagi jika budget-nya hanya 400 ribu dari total 1 juta.
Alokasi budget product lebih baik digunakan untuk trial & error seefisien mungkin. Buatlah produk pertama dengan mencari resep atau rumus unik sambil tetap menerapkan ATM.
Baca Juga: Erick Thohir Sesumbar Piala Dunia U20 Jadi Kebangkitan Sepak Bola Indonesia
Adapun untuk sistem penjualan, sangat disarankan untuk mengadopsi sistem Pre-Order (PO) atau batch, di mana konsepnya konsumen disuruh bayar di muka terlebih dahulu, baru nanti barang-nya diproduksi sesuai jumlah pesanan lalu dikirimkan.
Selain itu, usahakan produk yang dijual memiliki margin keuntungan yang sehat. Biasanya, margin profit yang sehat dipatok di kisaran 20-50 persen dari Harga Pokok Produk (HPP).
Contoh, jika biaya yang diperlukan untuk memproduksi satu bungkus basreng 40 ribu, maka harga jual yang dipatok minimal 48 ribu atau lebih.
4. Bangun Brand dan Pasarkan Produk (Marketing)
Kebanyakan orang salah paham bahwa anggaran marketing itu hanya untuk promo. Padahal, marketing itu sejatinya ada dua tahap, yakni fondasi dan distribusi.
Dalam Marketing, ada baiknya membangun dan memperkuat "tampilan utama" bisnis kalian dengan membuat logo bisnis yang menarik, mengelola akun media sosial yang dimiliki, yang semuanya bisa dimaksimalkan dengan menyewa desainer freelance yang kompeten.
Satu hal yang paling penting, bangun fondasi brand awareness terlebih dahulu dengan menawarkan kepada teman-teman atau promosi di komunitas-komunitas yang diikuti. Cara tersebut adalah cara paling murah yang bisa ditempuh.
Dengan gerakan tersebut, brand awareness pun dapat terbangun. Semakin banyak orang-orang tahu brand anda, semakin besar kemungkinan anda mendapatkan order.
5. Siapkan Dana Darurat (Operation)
Operation simpelnya merupakan pos "dana darurat" yang digunakan jika ada kendala atau kerugian yang harus ditutupi dari budget product dan marketing.
Kedepannya jika bisnis 1 juta anda berkembang, budget operation digunakan untuk pencatatan keuangan dan kebutuhan logistik.
Cashflow keuangan sangat penting untuk diterapkan agar bisnis yang anda bangun memiliki fondasi yang kuat, sehingga produksi anda terus berjalan.
Setiap keuntungan yang anda dapatkan dari PO bisnis anda bisa diputar kembali menjadi modal untuk mengembangkan bisnis anda menjadi besar, secara perlahan namun pasti. (*)
Sumber: YouTube Raymond Chin
Tag
Berita Terkait
-
Upaya Mendukung Industri Audit Lokal, China Minta Perusahaan Negara Tidak Lagi Gunakan Auditor Asing
-
Rapper Asal Amerika Serikat, ASAP Rocky Ajak Hanni NewJeans Kolab Bareng
-
Inilah Alasan Mengapa aespa Secara Individual Tidak Menjadi Brand Ambassador
-
Inisiatif Hemat Energi dan Air di Lippo Mall Puri dan Sun Plaza Berhasil Hemat Biaya Utilitas Miliaran Rupiah
-
Minji Salah Satu Personil NewJeans Terpilih Sebagai Brand Ambassador untuk Chanel
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian