SuaraCianjur.Id- Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina, mengumumkan bahwa perusahaan tersebut akan menanggung semua biaya pengobatan korban kebakaran di Depo Pertamina Plumpang sampai mereka sembuh.
"Seluruh biaya sampai dengan dinyatakan sembuh dan bisa pulang dan beraktivitas seperti biasa akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pertamina," kata Nicke di RS Pusat Pertamina (RSPP).
Nicke mengatakan bahwa luka bakar umumnya membutuhkan perawatan jangka panjang.
Untuk itu, pihak Pertamina telah menyiapkan perawatan medis terbaik di RSPP untuk para korban kebakaran Depo Pertamina Plumpang.
Selain itu, Pertamina juga memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia.
Nicke menambahkan bahwa Pertamina akan menanggung tanggung jawab pengungsi yang terdampak insiden tersebut.
"Kepada masyarakat terdampak yang saat ini harus sementara kemudian mengungsi di beberapa posko ini pun kami pastikan bahwa seluruh kebutuhannya akan kami penuhi," ungkapnya.
Ia kembali meminta maaf atas kebakaran yang terjadi pada Jumat (3/3) malam. Sebelumnya, ia telah menyampaikan permintaan maaf melalui pernyataan tertulis.
Menurut laporan, kebakaran terjadi pada pukul 20.11 WIB dan baru berhasil dipadamkan pada Sabtu (4/3) pukul 02.19 WIB.
Baca Juga: Bukan Cuma Kopi, 5 Minuman Ini Bisa Bantu Lawan Kantuk, Apa Saja?
Kebakaran tersebut juga berdampak hingga ke pemukiman warga di sekitar depo.
Nicke mengumumkan bahwa terdapat 18 korban meninggal dunia akibat kebakaran depo Pertamina Plumpang dan menyatakan bahwa Pertamina akan bertanggung jawab atas para pengungsi dan menyediakan penanganan medis terbaik di RSPP. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Instagram @jktinfo
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026