/
Senin, 06 Maret 2023 | 17:51 WIB
Potret rumah yang terbakar karena kebakaran di Depo Pertamina Plumpang (Antara)

SuaraCianjur.Id- Sebanyak 19 orang tewas dan 49 lainnya luka-luka akibat kebakaran yang terjadi di Kawasan Tanah Merah Plumpang, Jakarta Utara pada Jumat (3/3/2023) lalu.

Kejadian ini membuat rumah warga hangus dan memunculkan lima tuntutan dari warga setempat.

Ketua Forum Komunikasi Tanah Merah (FKMTB), Mohamad Huda, menyampaikan lima tuntutan tersebut sebagai aspirasi warga yang dikumpulkan setelah kejadian tersebut.

Salah satu tuntutan warga adalah pihak Pertamina harus memberikan pertanggungjawaban dalam bentuk materi dan imateri.

Dikutip dari Suara.com, "Kedua, memberikan kompensasi terhadap korban yang meninggal Dunia," ujar Huda kepada wartawan, Senin (6/3/2023).

Selain itu, warga juga meminta agar pihak Pertamina memberikan kompensasi kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

Warga juga mendesak dilakukannya rehabilitasi dan renovasi rumah warga yang hancur karena kebakaran.

Huda juga menekankan pentingnya dilakukannya investigasi dan audit terhadap Pertamina karena menurutnya kejadian tersebut murni disebabkan oleh kesalahan teknis yang dilakukan oleh internal Pertamina.

"Karena ini murni kesalahan teknis yang dilakukan oleh internal Pertamina," ucapnya.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Paham Radikalisme pada ASN Pemprov DKI, Heru Budi Gandeng BNPT

Terakhir, warga juga menentang opsi pemindahan warga Plumpang ke tempat lain. Sebagai gantinya, warga memilih pemindahan Depo Pertamina ke tempat yang aman.

"Kelima, merelokasi Depo Plumpang ke wilayah yang jauh dari permukiman warga, karena sudah tidak layak Depo Plumpang berada di tengah kota dan pemukiman," katanya. (*)

Load More