/
Selasa, 14 Maret 2023 | 17:06 WIB
Ilustrasi bayi gejala campak ((freepik))

SuaraCianjur.Id- Campak adalah penyakit infeksi virus yang sangat menular dan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius pada anak-anak.

Meskipun vaksin campak telah tersedia, penyakit ini masih menyebar dengan cepat di beberapa negara di seluruh dunia. Oleh karena itu, penting bagi orangtua dan masyarakat umum untuk memahami bahaya penyakit campak pada anak.

Gejala Campak Pada Anak

Gejala campak biasanya muncul setelah 10-14 hari setelah infeksi virus masuk ke tubuh anak. Gejala awalnya mirip dengan flu, seperti demam, pilek, dan batuk.

Namun, beberapa hari kemudian, anak bisa mengalami ruam merah muda yang muncul di wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Anak juga mungkin mengalami mata merah, sensitif terhadap cahaya, dan sakit tenggorokan.

Bahaya Campak Pada Anak

1. Komplikasi Pneumonia dan Otitis Media

Campak dapat menyebabkan pneumonia dan otitis media, infeksi telinga tengah yang dapat menyebabkan rasa sakit dan kehilangan pendengaran.

Pneumonia juga dapat menjadi komplikasi serius dan dapat mengancam jiwa, terutama pada anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Baca Juga: Prabowo Lagi Galau, Pilih Ganjar atau Muhaimin yang Bakal Dipinang Jadi Cawapres?

2. Ensefalitis

Campak juga dapat menyebabkan ensefalitis, yaitu peradangan pada otak. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak dan sistem saraf, yang dapat mengganggu perkembangan anak.

3. Kehilangan Penglihatan

Campak dapat menyebabkan konjungtivitis, yaitu peradangan pada membran yang melapisi mata. Jika tidak diobati, hal ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen pada anak.

4. Penyebaran Ke Masyarakat

Campak sangat mudah menyebar dan dapat menular melalui udara atau melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, orang yang terinfeksi campak dapat menularkan penyakit ini kepada orang lain di sekitarnya, termasuk mereka yang belum divaksinasi.

Load More