SuaraCianjur.Id- Depresi mayor adalah kondisi medis serius yang memengaruhi banyak aspek kehidupan seseorang, termasuk cara berpikir, merasakan, dan bertindak.
Depresi mayor dapat membuat seseorang merasa sangat sedih, putus asa, dan kehilangan minat dalam aktivitas yang biasanya dinikmati.
Kondisi ini memengaruhi sekitar 7% orang dewasa di dunia dan dapat memengaruhi siapa saja, tidak tergantung pada usia, jenis kelamin, atau latar belakang budaya.
Gejala depresi mayor bisa sangat beragam, termasuk perasaan sedih yang intens, merasa lelah dan kurang bertenaga, perubahan nafsu makan dan berat badan, kesulitan tidur atau tidur terlalu banyak, sulit berkonsentrasi atau membuat keputusan, dan bahkan pikiran atau perilaku yang mencoba bunuh diri.
Gejala-gejala ini dapat bertahan selama beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan dan dapat mengganggu fungsi sehari-hari.
Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh World Health Organization pada tahun 2020, depresi merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia.
Studi ini juga menunjukkan bahwa sekitar 800.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat bunuh diri yang disebabkan oleh depresi.
Meskipun gejala depresi mayor dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan seseorang, kondisi ini dapat ditangani dengan bantuan profesional kesehatan mental.
Terapi psikologis dan obat-obatan antidepressant adalah dua jenis pengobatan yang paling umum digunakan.
Baca Juga: Baru 2 Bulan Bergabung, Ridwan Kamil Mendadak Jadi Magnet Penambahan Kader Partai Golkar
Terapi psikologis, seperti terapi kognitif perilaku dan terapi interpersonil, dapat membantu seseorang mengatasi pikiran negatif dan perasaan sedih, sementara obat antidepressant dapat membantu mengatur keseimbangan kimia di otak.
Menurut penelitian berjudul “Depression Treatment: Medication, Psychotherapy, and Electroconvulsive Therapy” yang dilakukan oleh Brown University pada tahun 2021, kombinasi antara terapi psikologis dan obat antidepressant dapat menghasilkan hasil yang lebih baik daripada hanya menggunakan satu jenis pengobatan saja.
Studi ini juga menunjukkan bahwa pengobatan yang efektif pada depresi mayor dapat mengurangi risiko bunuh diri. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Instagram Komunitas Peduli Skizofrenia, dan Beberapa Jurnal
World Health Organization. (2020). Depression.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
ART Hanya Bercanda Akui Kenzy Taulany Suaminya: Mana Mungkin, Saya Juga Punya Suami
-
Resmi Tersangka! Polri Cek Status WNI Naturalisasi Syekh Ahmad Al Misry ke Otoritas Mesir
-
Ketika Chat Mesra Ternyata Salah Sasaran: Manisnya Sweety Anatomi
-
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sapa Warga dari Atas Maung
-
Naik Kapal Pesiar Bayar Berapa? Segini Harga Cruise 2026 dan Cara Belinya
-
Ketua KPK dan Wamen Hukum Beri Pesan Khusus di Pelantikan PERADI Profesional
-
Bikin Khawatir di Baeksang, Ini Alasan Mata Choo Young Woo Ditutup Perban
-
4 Sunscreen SPF 35 Proteksi Kulit dari Sinar UV, Harga Ekonomis Rp30 Ribuan
-
52 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 Mei 2026: Klaim Kartu 115-120 dan Tag Gratis
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang