SuaraCianjur.Id- Kurang tidur merupakan masalah umum yang dihadapi oleh banyak orang di seluruh dunia. Banyak orang menganggap bahwa kurang tidur hanya akan membuat mereka merasa lelah dan lesu di siang hari.
Namun, kurang tidur juga dapat mempengaruhi kemampuan memori seseorang, dan membuat orang menjadi pelupa. Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai hubungan antara kurang tidur dan kemampuan memori, serta dampaknya pada kehidupan sehari-hari.
Tidur memiliki peran penting dalam memori dan pembelajaran. Saat kita tidur, otak kita membentuk koneksi baru antara neuron-neuron, memperkuat ingatan, dan mengkonsolidasi informasi yang telah dipelajari.
Ketika seseorang kurang tidur, otaknya tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan fungsi-fungsi ini. Akibatnya, kemampuan memori seseorang dapat terganggu.
Penelitian telah menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mempengaruhi kemampuan memori seseorang secara signifikan.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh National Sleep Foundation, peserta yang tidur selama delapan jam setiap malam memiliki kemampuan memori yang lebih baik daripada peserta yang hanya tidur selama empat jam.
Kurang tidur juga telah terbukti dapat mempengaruhi kemampuan untuk mengambil keputusan, mengendalikan emosi, dan memproses informasi secara efektif.
Dampak dari kurang tidur pada kemampuan memori dapat memiliki konsekuensi yang serius pada kehidupan sehari-hari seseorang.
Seseorang yang sering kurang tidur mungkin akan kesulitan mengingat informasi yang penting seperti nama orang, nomor telepon, atau tanggal penting.
Baca Juga: Massa Aksi Gebrak Blokade Jalur TransJakarta di Depan Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto Lumpuh Total
Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam pekerjaan atau kehidupan sosial. Seseorang yang kurang tidur juga mungkin akan mengalami kesulitan dalam mempelajari informasi baru, menghadapi ujian, atau menjalankan tugas yang kompleks.
Selain itu, kurang tidur juga dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental seseorang.
Kurang tidur dapat meningkatkan risiko terkena penyakit seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Selain itu, kurang tidur juga dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang, seperti meningkatkan risiko terkena depresi dan kecemasan. (*)
(*/Haekal)
Sumber: Instagram Dunia Kesehatan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
7 Fakta Viral Ayah Aniaya Anak di Sragen, Alasannya Bikin Publik Marah!
-
Gus Ipul: 869 Ribu Peserta BPJS PBI Aktif Kembali
-
CPNS 2026 Segera Dibuka? Simak Informasi Resmi dan Proyeksi Formasi Terbaru
-
Harga Emas 27 Februari 2026 di Pegadaian Stabil, Saatnya Beli?
-
4 Kiper Liga Italia Saingan Emil Audero untuk Dilirik Juventus
-
Eks Bos Pertamina Riva Siahaan Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Riva Siahaan Dinilai Tak Nikmati Uang Korupsi: Hakim Bebaskan Uang Pengganti, Blokir Rekening Dibuka
-
29 Kode Redeem FF 27 Februari 2026, Klaim Gloo Wall Ramadan dan Bocoran Inkubator 3-in-1
-
Dividen TLKM Bakal Lebih Besar dari Tahun Lalu, Kapan Cair?
-
Pesta Gol 5-0 Persib Bandung Atas Madura United Jadi Modal Berharga Beckham Putra Tatap Gelar Juara